Cegah Kebakaran Musim Kemarau, Gunungan Sampah Bantargebang Disemprot Air Berkala

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperketat upaya pencegahan kebakaran di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dengan melakukan penyemprotan air secara berkala di area gunungan sampah.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko kebakaran akibat kondisi cuaca panas dan kering selama musim kemarau.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, penyemprotan dilakukan dengan menggunakan mobil spray steam pada zona landfill atau tempat pemrosesan akhir sampah.

BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 17 Juli 2026, Buka sampai Siang!

"Penyemprotan dan penyiraman air pada zona landfill juga dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengendalian risiko selama musim kemarau," kata Dudi dalam keterangannya pada Jumat, 17 Juli 2026.

Untuk mendukung penanganan awal apabila ditemukan titik api, DLH DKI Jakarta menyiagakan prasarana pemadaman, seperti pompa air, selang, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kolam penampungan air, tangki air, mobil pemadam kebakaran, dan mobil tangki air.

Pengelola juga telah melarang seluruh bentuk pembakaran sampah di area TPA dan sekitarnya, memperkuat sosialisasi kepada petugas serta masyarakat sekitar, memasang spanduk larangan merokok, menerapkan larangan merokok bagi pemulung, pengemudi, dan petugas, serta membatasi akses masuk bagi pihak luar yang tidak berkepentingan.

BACA JUGA:Genggam Tisu Bikin Curiga, Petugas Wanita Bongkar Penyelundupan 15 Butir Ekstasi di Rutan Jakpus

“Kami ingin memastikan setiap potensi risiko dikendalikan dari sumbernya. Karena itu, tidak boleh ada pembakaran sampah, aktivitas merokok di area rawan diperketat, dan akses pihak luar yang tidak berkepentingan dibatasi. Keselamatan petugas, masyarakat sekitar, dan keberlanjutan layanan menjadi prioritas kami,” ujar Dudi.

DLH DKI Jakarta turut berkoordinasi dengan PT NOEI selaku pengelola power house yang memanfaatkan gas metana di TPST Bantargebang untuk memastikan pemeriksaan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan pipa gas metana berjalan baik.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi teknis terhadap fasilitas pendukung di kawasan TPST Bantargebang.

Dudi menambahkan, kesiapsiagaan juga diperkuat melalui pengoperasian Posko Siaga Bencana yang berjalan selama 24 jam secara bergiliran.

BACA JUGA:Warga Rusun KS Tubun Curhat Soal Curanmor, Menteri Ara Minta Sistem Keamanan Diperketat

Penugasan petugas piket ditetapkan melalui Surat Tugas Piket Siaga Bencana guna memastikan pemantauan lapangan, kesiapan personel, serta ketersediaan sarana mitigasi dapat berjalan rutin dan berkelanjutan.

Seluruh alat berat, seperti excavator dan bulldozer, juga dipastikan dalam kondisi prima dan siaga selama 24 jam.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Liburan Impian Kini Lebih Terjangkau dengan Cicilan 0 Persen
• 6 jam lalu
0
thumb
Polemik Amplop Raja Juli dari Bupati Kuansing, KPK: Sudah Selesai!
• 12 jam lalu
0
thumb
Thohir Yasin, Pesantren Mandiri Binaan BI dari Timur Indonesia
• 11 jam lalu
0
thumb
Perang Berubah Total! AS Hancurkan Gudang Pangan Iran, Lima Prediksi Mengerikan Akan Mengubah Dunia
• 7 jam lalu
0
thumb
Jelang Akhir Pekan, IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat ke 6.137-6.254
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.