JAKARTA, DISWAY.ID– Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan pemerintahnya akan mendeportasi setiap warga negara Israel yang terdeteksi memasuki wilayah Malaysia.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul dugaan masuknya warga Israel ke Negeri Johor dengan memanfaatkan dokumen kewarganegaraan ganda.
Menurut Anwar, seluruh badan keamanan terkait sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus tersebut.
BACA JUGA:Kasus Amplop Raja Juli Antoni Dinyatakan Selesai! KPK: Tapi Penindakan Terus Berlanjut
Malaysia tetap berpegang teguh pada kebijakan tidak mengakui Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara tersebut.
"Jika kami menemukan warga Israel, kami akan segera mendeportasi mereka karena kami tidak mengakui Israel," tegas Anwar, seperti dikutip Free Malaysia Today.
Pemerintah Negara Bagian Johor sebelumnya meminta penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan warga Israel dalam sebuah program di Forest City, kawasan terpadu berskala besar di Johor yang dibangun di atas pulau-pulau reklamasi dekat perbatasan Singapura.
Otoritas federal juga sedang menyelidiki tuduhan yang melibatkan Network School, sebuah komunitas startup berbasis di Johor.
Secara terpisah, Departemen Imigrasi Malaysia menyatakan bahwa seluruh 266 warga negara asing yang diperiksa di komunitas internasional Forest City memiliki dokumen keimigrasian yang sah. Namun, penyelidikan terhadap dugaan penggunaan paspor ganda atau dokumen tidak sah tetap berlanjut.
BACA JUGA:Messi vs Lamine Yamal di Final Piala Dunia 2026: Dari Foto Bayi yang Kini Jadi Lawan Sang Legenda
Pemegang paspor Israel umumnya dilarang memasuki Malaysia tanpa persetujuan khusus dari pemerintah. Kementerian Dalam Negeri Malaysia telah meluncurkan penyelidikan resmi setelah permintaan dari pemerintah Johor.
Anwar menjamin pemerintah tidak akan berkompromi jika dugaan tersebut terbukti benar. “Seluruh badan keamanan terkait tengah melakukan penyelidikan menyeluruh,” ujarnya.
Kebijakan keras Malaysia terhadap warga Israel sejalan dengan sikap konsisten negara tersebut yang mendukung Palestina dan menolak pendudukan Israel.
Forest City, yang dipasarkan sebagai pusat hunian internasional, kerap menjadi sorotan terkait isu imigrasi dan kepatuhan regulasi.






Komentar (0)