Kisah Prajurit Kopassus Gugur saat Kibarkan Merah Putih di Kantor Gubernur Timor Portugis

okezone.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Perwira Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha), Letnan Kolonel Inf (Anumerta) Atang Sutresna melakukan aksi heroik saat Operasi Seroja di Dili, Timor Timur. Dia mengibarkan bendera merah putih di tengah hujan  peluru musuh.

Peristiwa ini terjadi pada 7 Desember 1975. Atang Sutresna gugur ditembak pasukan Fretilin sesaat setelah mengibarkan Bendera Merah Putih di kantor Gubernur Timor Portugis.

Melansir buku "Letjen (Purn) Soegito: Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen", Kamis (16/7/2026),  Atang yang kala itu masih berpangkat Mayor diterjunkan bersama 35 prajurit Yonif Linud 501 Kostrad.

Baca Juga :
Ini Daftar Lengkap 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Usai Dimutasi, Diantaranya dari Kopassus!

Bersama 19 prajurit Komando Pasukan Kopassandha yang kini bernama Kopassus, Mayor Atang ditugaskan merebut sejumlah lokasi strategis, di antaranya, kantor gubernur, lapangan terbang dan pelabuhan.

Sebagai Komandan Detasemen Tempur (Dandenpur) I Nanggala V Grup 1 Kopassandha, Mayor Atang juga mendapat tugas tambahan yakni membantu mengamankan prajurit Korps Marinir yang akan mendarat melalui jalur laut dan mengibarkan bendera Merah Putih untuk memberi tanda lokasi yang sudah direbut dari tangan musuh.

Tepat tanggal 7 Desember 1975, menjelang subuh seluruh pasukan diterjunkan dari pesawat C-130 Hercules. Namun, belum sempat mendarat, pasukan Fretilin menghujani pasukan Mayor Atang dengan tembakan membabi buta. Akibatnya, beberapa prajurit tewas terkena peluru saat payung masih mengembang di udara.

Baca Juga :
44 Tahun Sat 81-Kopassus, Pasukan Rahasia Bentukan Prabowo dan Luhut yang Ditakuti Militer Asing

Setelah mencapai darat, Mayor Atang bersama dua anggotanya yakni, Koptu Sugeng dan Koptu Suhar bergerak maju untuk merebut tempat-tempat strategis. Di bawah hujan tembakan musuh, Mayor Atang kemudian meminta kedua anggotanya untuk mengibarkan bendera Merah Putih.

Namun upaya tersebut sulit dilakukan mengingat tempat pengibaran bendera berada di tengah lapangan kantor gubernur. Lokasinya yang sangat terbuka membuat ketiganya rawan terkena tembakan musuh.

 

Baca Juga :
Kisah Jenderal Kopassus Tidak Makan 5 Hari Bertaruh Nyawa Gotong Prajurit di Medan Perang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TNI Bentuk Tim Investigasi untuk Selidiki Ledakan di Gudang Amunisi Madiun
• 21 jam lalu
0
thumb
Akhir Sesi 1 IHSG Balik Arah, Jaga Tren Naik di Level 6.100-an
• 5 jam lalu
0
thumb
Purbaya Soal Tambahan Anggaran IKN: Saya Ikut Petunjuk Presiden
• 9 jam lalu
0
thumb
TNI AD Tutup TKP Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Usai Kejadian
• 23 jam lalu
0
thumb
Handphone Dicuri Saat Korban Tertidur, Tim Pegasus Polres Jeneponto Tangkap Pelaku di Makassar
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.