Orang Kaya Ternyata Tidak Borong Emas, Ini Strategi Investasi yang Justru Mereka Terapkan

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Investasi emas masih menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, inflasi, hingga gejolak pasar keuangan, logam mulia ini kerap dipandang sebagai aset yang mampu mempertahankan daya beli dibandingkan uang tunai.

Menariknya, investasi emas bukan hanya dilakukan oleh masyarakat umum. Banyak orang kaya, termasuk miliarder, family office, hingga investor institusi di berbagai negara juga memasukkan emas ke dalam portofolio mereka. 

Baca Juga :
Warren Buffett Tak Pernah Menjadikan Emas Pilihan Investasi Utama, Ini 4 Alasannya
Masih Menyimpan Emas dari 2020? Harganya Kini Tembus Rp2,6 Juta per Gram, Cek Simulasi Keuntungannya di Sini

Namun, cara mereka berinvestasi emas ternyata tidak sekadar membeli sebanyak mungkin lalu menyimpannya. Ada strategi tertentu yang membuat emas berfungsi sebagai pelindung kekayaan, bukan satu satunya sumber keuntungan.

Melansir dari Investopedia, berikut beberapa cara orang kaya investasi emas. 

1. Menjadikan emas sebagai pelindung kekayaan, bukan investasi utama

Kesalahan yang sering dilakukan investor pemula adalah menganggap seluruh dana sebaiknya dialihkan ke emas saat kondisi ekonomi tidak menentu. Padahal, orang kaya justru melakukan hal sebaliknya.

Banyak investor dengan kekayaan besar hanya mengalokasikan sebagian kecil aset mereka ke emas. Tujuannya bukan mengejar keuntungan tinggi, melainkan melindungi nilai kekayaan ketika pasar saham, obligasi, atau aset lain sedang bergejolak.

Lewat strategi ini, portofolio menjadi lebih seimbang karena risiko tidak bertumpu pada satu jenis aset saja.

2. Tetap melakukan diversifikasi investasi

Orang kaya memahami bahwa tidak ada instrumen investasi yang selalu memberikan keuntungan setiap saat. Karena itu, emas hanya menjadi salah satu bagian dari portofolio.

Selain emas, mereka juga memiliki investasi di saham, obligasi, properti, bisnis, hingga aset alternatif lainnya. Diversifikasi membantu mengurangi risiko ketika salah satu aset mengalami penurunan nilai.

Dengan kata lain, emas berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti seluruh investasi.

3. Membeli emas secara bertahap

Alih-alih menunggu harga emas turun drastis, banyak investor memilih membeli secara bertahap atau berkala. Strategi ini membantu mengurangi risiko membeli di harga puncak sekaligus membuat harga rata rata pembelian menjadi lebih stabil dalam jangka panjang. Cara tersebut juga lebih realistis diterapkan oleh investor individu karena tidak perlu menunggu momen yang sulit diprediksi.

Baca Juga :
Harga Emas Hari Ini 16 Juli 2026: Produk Antam Turun Tipis, Global Bervariasi
Harga Patokan Ekspor Emas dan Referensi Emas Turun, Kemendag Kasih Penjelasan
Harga Emas Hari Ini 15 Juli 2026: Produk Antam Kinclong, Global Bervariasi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Di Pelabuhan Patimban, Kolaborasi Indonesia-Jepang Bersandar
• 2 jam lalu
0
thumb
Gempa Hari Ini Magnitudo 3,8 Guncang Toli-Toli Sulteng, Dirasakan Cukup Kuat
• 5 jam lalu
0
thumb
Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema "HEAL", Hadirkan Konsep Drama Teatrikal Baru
• 2 jam lalu
0
thumb
Tingkatkan Daya Saing, Kemenperin Optimalkan Penerapan Sertifikasi Industri Kemasan
• 15 jam lalu
0
thumb
Pasar Kripto Masih Sideways, Produk Futures Bisa Jadi Alternatif
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.