RI Gabung Organisasi AI Dunia WAICO, Bidik Transfer Teknologi hingga Investasi

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

WAICO merupakan organisasi internasional yang diinisiasi sebagai wadah untuk merumuskan tata kelola, standar etika, dan kolaborasi pengembangan AI global.

RI Gabung Organisasi AI Dunia WAICO, Bidik Transfer Teknologi hingga Investasi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan menandatangani perjanjian pendirian Organisasi Kerja Sama Artificial Intelligence Dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) di Shanghai, China, untuk mendorong percepatan transformasi digital dan mendukung penguatan ekosistem industri nasional. 

Keikutsertaan Indonesia di dalam WAICO ini merupakan tindak lanjut konkret atas komitmen kerja sama bilateral di bidang ekonomi digital yang sebelumnya telah ditandatangani pada 2022 oleh Airlangga dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao.

Baca Juga:
Indonesia dan Kazakhstan Sepakati Kerja Sama Energi dan Ekonomi Digital

“Keterlibatan Indonesia sebagai salah satu penandatangan pertama dalam pembentukan organisasi ini menegaskan komitmen proaktif Pemerintah untuk memastikan Indonesia berperan sebagai subjek utama dalam konstelasi ekonomi digital dunia, bukan sekadar menjadi pasar,” kata Airlangga dalam keterangannya di Shanghai, Kamis (16/7/2026). 

WAICO merupakan organisasi internasional yang diinisiasi sebagai wadah untuk merumuskan tata kelola, standar etika, dan kolaborasi pengembangan Artificial Intelligence (AI) di tingkat global. 

Baca Juga:
Pajak Ekonomi Digital Rp52,04 Triliun hingga April 2026

Penandatanganan pendirian WAICO ini diharapkan mampu memberikan dorongan yang signifikan pada sektor ekonomi digital sebagai mesin utama penggerak dan pendorong pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Lebih dari sekadar seremoni penandatanganan, kunjungan kerja tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis, mengamankan komitmen investasi, serta mendorong kolaborasi dalam transfer teknologi di sektor kecerdasan buatan (AI), infrastruktur telekomunikasi, dan robotika canggih bersama sejumlah perusahaan terkemuka China.

Baca Juga:
Pajak Ekonomi Digital Capai Rp52,85 Triliun hingga Mei 2026, PPN PMSE Jadi Penopang Utama

Momentum di Shanghai ini juga akan dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi pola investasi bilateral menuju sektor-sektor bernilai tambah tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, China secara konsisten menjadi salah satu sumber investasi terbesar bagi Indonesia. 

Pada 2025, nilai investasi China di Indonesia tercatat mencapai USD7,5 miliar. Jika diakumulasikan dengan nilai investasi dari Hong Kong yang menyentuh angka USD10,6 miliar, total Penanaman Modal Asing (PMA) dari kedua wilayah tersebut menempati peringkat pertama dan menjadi yang terbesar secara nasional.

Selain hubungan investasi yang semakin erat, kemitraan ekonomi Indonesia dan Chins juga ditopang oleh hubungan perdagangan yang terus tumbuh. China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, dengan komoditas utama ekspor Indonesia antara lain produk mineral, besi dan baja, nikel, minyak nabati, serta bijih logam.

Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD167,36 miliar, berdasarkan data dari General Administration of Customs of China (GACC). Sementara itu pada periode Januari–Juni 2026 neraca perdagangan menunjukkan surplus untuk Indonesia sebesar USD5,6 miliar.

Investasi China di Indonesia masih didominasi oleh sektor industri dasar, seperti industri logam dan ketenagalistrikan. Melalui penandatanganan WAICO ini, Pemerintah menargetkan adanya lompatan aliran modal yang signifikan ke sektor industri berteknologi tinggi yang mampu memperkuat transformasi ekonomi nasional, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

Sebagai tindak lanjut dari upaya tersebut, Airlangga dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan bisnis dan promosi investasi secara langsung dengan jajaran pimpinan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka China, antara lain ByteDance, Unitree, Deep Robotics, dan FiberHome.

“Pertemuan ini diharapkan menghasilkan peluang kerja sama konkret yang dapat mempercepat pengembangan ekosistem industri teknologi tinggi, memperluas transfer pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat daya saing industri nasional,” kata Airlangga.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penyidik Polri Bawa Boks ke Kejagung Jelang Pelimpahan Don Ritto
• 8 jam lalu
0
thumb
Bos Mazda Indonesia Akui Kenaikan Harga BBM Pengaruhi Konsumen Membeli Mobil
• 12 jam lalu
0
thumb
Mulai 1 Agustus, Gerobak Sampah di Jaksel Wajib Pisahkan Organik dan Anorganik
• 12 jam lalu
0
thumb
ATR/BPN Serap Anggaran Rp6,128 Triliun pada 2025 untuk Dukung Layanan Pertanahan
• 5 jam lalu
0
thumb
46 Penumpang Kapal Tenggelam di Selayar Ditemukan dalam Kondisi Selamat
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.