Pantau - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat realisasi penyerapan anggaran tahun 2025 mencapai 95,73 persen atau sebesar Rp6,128 triliun dari total pagu anggaran Rp6,401 triliun.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyampaikan realisasi tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025.
ATR/BPN Mendapat Tambahan Dukungan AnggaranNusron menjelaskan laporan realisasi anggaran tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas pengajuan pembahasan dari Kementerian Keuangan kepada Badan Anggaran DPR RI.
Dalam pengelolaan anggaran tahun 2025, Kementerian ATR/BPN memperoleh tambahan dukungan berupa tambahan anggaran sebesar Rp490,2 miliar, hibah dalam negeri sebesar Rp12,79 miliar, dan hibah luar negeri sebesar Rp22,60 miliar.
Nusron mengatakan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pada 2025 tetap diikuti dengan relaksasi blokir anggaran bagi Kementerian ATR/BPN dalam dua tahap.
Tahap pertama relaksasi anggaran sebesar Rp766,4 miliar digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai non-ASN yang beralih status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Tahap kedua relaksasi anggaran sebesar Rp666,9 miliar digunakan untuk mendukung belanja pegawai calon ASN, program prioritas nasional, layanan pertanahan dan tata ruang, penyediaan sarana prasarana, serta dukungan manajemen Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Anggaran Difokuskan untuk Program Strategis PertanahanNusron menegaskan pengelolaan anggaran Kementerian ATR/BPN tetap diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik dan mendukung program strategis pemerintah di bidang pertanahan serta tata ruang.
Anggaran hasil relaksasi tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan operasional kementerian, mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional, serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Capaian penyerapan anggaran sebesar 95,73 persen menunjukkan pelaksanaan program Kementerian ATR/BPN sepanjang 2025 berjalan dengan tingkat realisasi yang tinggi.





Komentar (0)