Bisnis.com, BANDUNG – Pemkot Bandung mematangkan berbagai persiapan menyambut reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara. Selain pembenahan infrastruktur, otoritas setempat juga menyiapkan konsep branding kota di area bandara hingga layanan shuttle guna mempermudah mobilitas penumpang.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai reaktivasi Bandara Husein menjadi momentum krusial untuk meningkatkan daya tarik kota, termasuk pada sektor pendidikan. Kemudahan aksesibilitas udara diharapkan mampu mendongkrak minat masyarakat luar daerah untuk menempuh studi di Kota Kembang.
“Kota Bandung sekarang ini sudah mendapatkan reaktivasi dari Bandara Husein. Mudah-mudahan ini akan bisa menarik lebih banyak orang untuk mau bersekolah dan kuliah di Kota Bandung,” kata Farhan, Kamis (16/7/2026).
Hingga saat ini, Pemkot Bandung masih menunggu kepastian jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai yang tengah menanti perizinan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Namun, rencana pengembangan rute penerbangan terbilang menjanjikan dengan perkiraan tersedia 10 hingga 11 destinasi, termasuk tiga rute internasional.
Terkait kesiapan daerah, Farhan memastikan pihaknya telah melakukan pembenahan akses jalan menuju bandara. Selain itu, pengelolaan parkir di kawasan Lanud Husein Sastranegara juga telah bekerja sama dengan operator profesional untuk meningkatkan pelayanan.
Farhan menggarisbawahi dua fokus utama yang sedang dipersiapkan, yakni memperkuat identitas khas Bandung di kawasan bandara serta penyediaan layanan shuttle bagi penumpang.
“Kita sekarang tinggal memastikan dua hal dari Kota Bandung. Satu, desain branding Kota Bandung di bandara dan juga kemungkinan kita mencari mitra untuk memberikan layanan shuttle,” ujarnya.
Farhan menjelaskan penyediaan layanan shuttle memerlukan kajian matang, mulai dari pemilihan operator, kapasitas armada, hingga penentuan rute layanan. Terkait hal tersebut, Pemkot Bandung membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta.
Untuk konsep branding, ia menginginkan nuansa khas Bandung langsung terasa sejak penumpang pertama kali menginjakkan kaki di terminal.
“Kalau orang mendarat di Kota Bandung, masuk ke bandara kan ingin langsung melihat suasana Bandung. Itu yang sedang kita pikirkan,” ungkapnya.
Adapun, nama resmi bandara kini ditetapkan menjadi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung sesuai dengan ketetapan dari InJourney Airports
Di sisi lain, aspek lingkungan dan keselamatan penerbangan turut menjadi perhatian serius. Pemkot Bandung gencar menertibkan persoalan sampah dan aktivitas pembakaran terbuka di area sekitar bandara yang berpotensi mengganggu operasional pesawat.
“Itu memang sedang kita tertibkan bersama. Saya bersama aviation security juga berkeliling memastikan di sekitar bandara tidak ada pembakaran yang bisa mengganggu penerbangan,” tuturnya.






Komentar (0)