"Di game pertama tadi masih cukup kebingungan, masih tertekan dengan temponya dia. Di game kedua pelan-pelan saya sudah mulai tahu cara mainnya dan bola-bolanya dia sudah saya jaga juga," ujar Ubed mengevaluasi penampilannya.
Perubahan strategi di gim kedua sebenarnya hampir membuahkan hasil. Ubed mulai bisa mengimbangi reli-reli Antonsen dan membaca arah shuttlecock dengan lebih baik. Skor pun berjalan sangat ketat hingga menyentuh angka krusial. Terpancing Permainan Netting dan Kalah Pengalaman Sayangnya, momentum kebangkitan Ubed di gim kedua harus terhenti di poin-poin kritis. Antonsen yang sarat pengalaman berhasil memanfaatkan celah dan memancing Ubed ke dalam pola permainannya. Baca juga: Japan Open 2026: Bangkit dari Keterpurukan, Alwi Singkirkan Unggulan 7 "Tapi di akhir-akhir, saya terpancing dengan permainan depannya dan dia sudah bisa antisipasi permainan saya. Hari ini dengan pengalamannya, Antonsen lebih bisa dan mengerti cara bermain yang tepat," beber Ubed dengan sportif.
Kematangan mental dan taktik Antonsen di lapangan diakui Ubed sebagai pembeda utama dalam laga kali ini. Pelajaran Penting dari Sang Unggulan Ketiga Bagi Ubed, bertanding melawan pemain peringkat atas dunia memberikan sudut pandang baru tentang apa saja yang harus ia benahi ke depan. Salah satu aspek paling menonjol dari Antonsen yang ingin ia teladani adalah kedisplinan dalam menjaga akurasi pukulan. Puas dengan Debut, Belum Puas dengan Hasil Meskipun langkahnya terhenti di babak 16 besar, mencicipi atmosfer turnamen kelas Super 750 untuk pertama kalinya tetap meninggalkan kesan positif bagi Ubed. Apalagi ia sempat mengamankan kemenangan penting di babak pertama.
"Cukup senang bisa menang di babak pertama kemarin, debut di Super 750 tapi secara hasil tentunya belum puas," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)






Komentar (0)