Sayap bersenjata Hamas masih memiliki sekitar 25.000 pejuang meskipun perang di Jalur Gaza telah berlangsung lebih dari dua tahun. Data itu menurut penilaian keamanan Israel yang dilaporkan lembaga penyiaran publik Israel, Kan, pada hari Rabu (15/7/2026).
Laporan tersebut mengatakan lembaga keamanan Israel memperkirakan sekitar 2.500 pejuang tersebut termasuk dalam unit elite Hamas, Nukhba.
Sebelum perang dimulai, sayap bersenjata Hamas diperkirakan memiliki sekitar 35.000 pejuang, termasuk sekitar 5.000 anggota unit elit, menurut laporan tersebut.
Oleh karena itu, penilaian Israel menunjukkan kelompok tersebut telah mempertahankan sebagian besar kekuatan militernya.
Laporan tersebut juga mengatakan badan-badan keamanan Israel baru-baru ini mengamati peningkatan apa yang mereka gambarkan sebagai eksekusi yang dilakukan Hamas terhadap orang-orang yang dituduh menentang gerakan tersebut atau berkolaborasi dengan Israel.Menurut laporan tersebut, pembunuhan ini tidak lagi dilakukan di depan umum seperti di masa lalu.
Baca Juga:Analis Lengkap BMKG soal Gempa Dahsyat M6,7 Palu: Bukan Disebabkan Aktivitas Palu-Koro yang LegendarisSebaliknya, pertemuan-pertemuan tersebut diduga dilakukan secara rahasia di lokasi tertutup, termasuk ruang bawah tanah rumah sakit dan tempat-tempat tersembunyi lainnya, untuk menghindari provokasi kritik domestik atau memungkinkan insiden tersebut didokumentasikan.
Secara terpisah, Kan merujuk pada laporan sebelumnya tentang pertemuan antara para pemimpin Hamas dan pejabat Iran yang diadakan di sela-sela pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Laporan tersebut menyebutkan Hamas menyerahkan dokumen yang menguraikan sejumlah permintaan kepada Teheran.
Menurut laporan tersebut, Hamas meminta Iran menyediakan "payung diplomatik" untuk mendukung posisinya dalam negosiasi di masa mendatang dan untuk menggunakan pengaruh regional dan internasional Teheran untuk memperkuat posisi negosiasi kelompok tersebut.
Baca juga: Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
#nasional





Komentar (0)