Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang Usai Infrastruktur Vital Diserang

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Amerika Serikat (AS) telah melakukan kejahatan perang. Araghchi menyatakan bahwa serangan AS terhadap "infrastruktur vital" serta ancaman untuk menyerang jembatan dan pembangkit listrik menunjukkan "niat kriminal pemerintah AS untuk melakukan kejahatan keji."

Dilansir Al Jazeera, Kamis (16/7/2026), dalam sebuah pernyataan di Telegram, Araghchi menegaskan serangan AS "tidak diragukan lagi merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional."

Ia mengatakan serangan tersebut merupakan "kejahatan internasional serius" berdasarkan prinsip-prinsip dasar hukum pidana internasional, termasuk empat Konvensi Jenewa tahun 1949.

Baca juga: Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Terdengar Ledakan

Dia juga menambahkan bahwa "semua pemerintah berkewajiban untuk menuntut dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan tersebut."

Araghchi turut menuduh para pejabat AS melakukan "retorika yang tidak masuk akal dan ancaman yang jahat." Ia menyebut permusuhan tersebut ditujukan kepada rakyat Iran "karena bersikeras pada kemerdekaan, hak-hak sah, dan martabat manusia mereka."

Ia memperingatkan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab "tidak dapat menghindari pertanggungjawaban hukum hanya dengan dalih bahwa mereka bertindak atas perintah atasan."

Baca juga: Di Balik Laporan Ahmadinejad: Pertarungan Narasi Perang Iran

Sebelumnya, militer Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan gelombang serangan terhadap Iran. Serangan terbaru itu menargetkan sejumlah fasilitas militer Iran.

Dilansir CNN dan Al Jazeera, Kamis (16/7/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan itu menyasar fasilitas militer Iran yang kerap digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan suara ledakan terdengar di kota Ahvaz, dekat perbatasan dengan Irak. Ahvaz telah berulang kali menjadi sasaran pasukan AS sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini.

Baca juga: Balas Trump, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional

Selain itu, ledakan juga terdengar di Chabahar setelah rudal-rudal AS menghantam sebuah menara pengawas angkatan laut di kota tersebut. Menara pengawas itu merupakan fasilitas sipil yang digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.

Sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas. Kantor berita Mehr menambahkan bahwa proyektil-proyektil AS menghantam sebuah lokasi di dekat kota pelabuhan tersebut.




(zap/lir)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Kamis Turun Tipis Jadi Rp2,633 Juta per Gram
• 17 jam lalu
0
thumb
Menanti Kehadiran Beraskita, Melahirkan Benih Padi Kita
• 17 jam lalu
0
thumb
Pasokan PAM Bakal Terhenti, Warga Cengkareng Mulai Tampung Air di Tong dan Ember
• 5 jam lalu
0
thumb
ABK Ikut MilkLife Athletics Challenge, Kesetaraan Melawan Sentimen Negatif
• 11 jam lalu
0
thumb
Tokenmaxxing: Peluang Indonesia Belajar dari Gejolak AI di Amerika
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.