Prabowo Jamin Investor Untung di Proyek Gas Masela

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen menjaga iklim investasi dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela. Prabowo menegaskan pemerintah membuka ruang kerja sama dengan seluruh negara yang ingin berinvestasi di Indonesia selama kemitraan tersebut dibangun berdasarkan prinsip saling menguntungkan.

Prabowo menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking Proyek Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).

“Saya tegaskan, jalankan proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung,” kata Prabowo yang mengikuti peresmian secara virtual dari Istana Merdeka Jakarta, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Ketua Umum Partai Gerindra itu berpendapat bahwa keberhasilan sebuah kerja sama tidak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh Indonesia, tetapi juga dari kepuasan para mitra investasi.

Di sisi lain, Prabowo mengatakan proyek LNG Abadi Masela harus menjadi penggerak transformasi ekonomi nasional melalui peningkatan nilai tambah industri, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan energi.

“Kita malu kalau mitra kita tidak puas, kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia. Tapi sebaliknya, kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita. Kita perlu energi ini untuk melaksanakan transformasi bangsa. Kita ingin menjadi bangsa yang menghasilkan produk-produk industri,” ujarnya.

Investasi Raksasa Rp 377,5 Triliun

Prabowo mengatakan Proyek Strategis Nasional di sektor minyak dan gas bumi (Migas) ini disebut-sebut menjadi salah satu investasi energi terbesar di Indonesia dengan nilai US$20,9 miliar atau sekitar Rp 377,54 triliun.

Proyek gas yang berlokasi sekitar 180 kilometer (km) di sebelah barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar digarap melalui skema cost recovery oleh konsorsium INPEX Masela Ltd. sebagai operator dengan kepemilikan 65%, Pertamina 20%, dan Petronas 15%.

Proyek lapangan gas itu dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35 ribu barel per hari.

Fasilitas utama yang dibangun meliputi 15 sumur pengembangan, sistem bawah laut (subsea umbilical, riser and flowline/SURF), kilang LNG darat (onshore LNG), kapal penyimpanan dan bongkar muat terapung (FPSO), jaringan pipa gas domestik, serta fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS).

Hingga pertengahan Juli 2026, kemajuan tahap Front-End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56%. Adapun Kilang LNG Abadi akan dibangun di Desa Lermatang, Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia Timur. Berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan sesuai jadwal menuju Final Investment Decision (FID) pada akhir tahun 2026.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
India dan Indonesia Luncurkan Tahun Tagore–Dewantara
• 21 jam lalu
0
thumb
Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela, Tonggak Investasi Energi Terbesar
• 11 jam lalu
0
thumb
Amerika Ogah Kirim Pasukan Darat ke Iran, Wakilnya Trump: Bukan Urusan Kami Lagi
• 19 jam lalu
0
thumb
Dua Wanita Asal Agam Diduga Jadi Korban TPPO di Myanmar, Keluarga Diminta Tebusan Rp280 Juta
• 16 jam lalu
0
thumb
Ledakan di Gudang Amunisi TNI Madiun, 1 Prajurit Tewas dan 6 Terluka
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.