jpnn.com, TANIMBAR - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menambah jumlah armada truk tangki harian guna mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Sumatera Utara.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, usai menghadiri acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis.
BACA JUGA: Pemkot Medan Desak Penyelesaian Antrean BBM, Siap Turun Tangan Bantu Pertamina
“Ditambah jumlah truk hariannya,” ujar Laode ketika dijumpai setelah acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang digelar di Tanimbar, Maluku, Kamis.
Lebih lanjut, Laode juga menyampaikan kuota penyaluran BBM tidak ada kenaikan dan masih sesuai dengan kuota tahunan yang sudah ditetapkan.
BACA JUGA: Gubernur Herman Deru Menduga Ada Sindikat Penyebab Antrean BBM di Sumsel
“Kalau kuota kan secara nasional sudah selesai,” kata Laode.
PT Pertamina Patra Niaga mencatat kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Medan, Sumatera Utara, meningkat 5–10 persen dibandingkan dengan rata-rata harian.
BACA JUGA: Pakar Soroti Antrean BBM di Sumatra, Panic Buying Akibat Ketidakpastian Info
Oleh karena itu, Pertamina merespons dengan percepatan penguatan kapasitas distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan, ujar VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora.
Sebagai langkah percepatan distribusi, Pertamina Patra Niaga menambah 10 unit mobil tangki operasional, 30 unit mobil tangki spot charter, serta memperkuat personel distribusi dengan tambahan 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dari Fuel Terminal terdekat dan dukungan 16 personel dari Bekangdam.
Perusahaan juga terus melakukan pembinaan dan penindakan atas pelanggaran disiplin terhadap seluruh mitra operasional guna memastikan proses distribusi berjalan sesuai standar keselamatan, kepatuhan, dan keandalan.
Selain itu, operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU dioptimalkan selama 24 jam untuk mempercepat penyaluran BBM ke masyarakat. Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Pada 14 Juli 2026, realisasi penyaluran 104 persen dari target harian, dengan pengoperasian 149 unit mobil tangki atau 115 persen.
Saat ini, operasional Fuel Terminal Medan telah berjalan normal dan seluruh proses distribusi BBM ke SPBU berlangsung lancar. Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keandalan pasokan energi bagi masyarakat.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean





Komentar (0)