Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan pasar kendaraan roda empat atau lebih di Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026. Kinerja ini mencerminkan pemulihan daya beli masyarakat serta meningkatnya kebutuhan mobilitas.
Berdasarkan data Gaikindo, total penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler mencapai 436.564 unit pada Januari-Juni 2026. Angka tersebut naik 15,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 376.707 unit.
Ketua 1 Gaikindo Jongkie D. Sugiarto bilang ada beberapa faktor yang mendongkrak daya beli konsumen. Hal tersebut yang membuat penjualan menggeliat dibandingkan tahun lalu.
"Kan banyak model-model baru yang desain, fiturnya bagus. Harganya juga terjangkau, jadi ada kenaikan angka-angka penjualan," kata Jongkie kepada kumparan, Selasa (14/7/2026).
Sementara itu, penjualan ritel atau dari diler ke konsumen juga mengalami pertumbuhan. Sepanjang enam bulan pertama 2026, penjualan ritel meningkat 10,5 persen secara tahunan menjadi 433.848 unit dari sebelumnya 392.778 unit.
Dari sisi merek, Toyota masih menjadi pemimpin pasar otomotif nasional. Pabrikan asal Jepang tersebut mencatatkan wholesales sebanyak 133.928 unit atau menguasai sekitar 30,7 persen pangsa pasar.
Posisi kedua ditempati oleh Daihatsu dengan penjualan 73.545 unit. Di bawahnya, Suzuki membukukan 36.319 unit, diikuti Mitsubishi Motors dengan 32.588 unit.
Persaingan mulai memanas di posisi lima besar. BYD berhasil mencatatkan wholesales 23.257 unit dan menempati peringkat kelima, mengungguli Honda yang mencatatkan 20.673 unit.
Pada sisi penjualan ritel, posisi keduanya masih berdekatan. Honda mempertahankan peringkat kelima dengan 23.847 unit, sementara BYD berada di posisi keenam dengan 23.188 unit, selisih hanya 659 unit.
Capaian ini menunjukkan BYD semakin memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia. Merek asal China tersebut kini menjadi salah satu pesaing serius bagi dominasi pabrikan Jepang.
Selain BYD, merek China lainnya juga mulai menunjukkan taringnya. Jaecoo berhasil menembus delapan besar dengan wholesales 17.334 unit dan penjualan ritel 16.986 unit.
Capaian tersebut, Jaecoo mampu mengungguli sejumlah merek yang lebih dulu hadir di Indonesia. Di antaranya termasuk Wuling, Hyundai, hingga Geely.
Secara keseluruhan, data Gaikindo menunjukkan pasar otomotif nasional masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif. Selain didorong oleh permintaan domestik, kehadiran merek-merek baru juga ikut memperketat persaingan di industri ini.
WholesalesToyota: 133.928 unit
Daihatsu: 73.545 unit
Suzuki: 36.319 unit
Mitsubishi Motors: 32.588 unit
BYD: 23.257 unit
Honda: 20.673 unit
Mitsubishi Fuso: 17.535 unit
Jaecoo: 17.334 unit
Isuzu: 13.890 unit
Hino: 10.660 unit
Toyota: 129.925
Daihatsu: 72.209 unit
Suzuki: 36.592 unit
Mitsubishi Motors: 34.290 unit
Honda: 23.847 unit
BYD: 23.188 unit
Mitsubishi Fuso: 17.974 unit
Jaecoo: 16.986 unit
Isuzu: 13.430 unit
Hino: 10.569 unit






Komentar (0)