Menariknya, bagi masyarakat yang ingin menjual mobil mereka, maka pertengahan tahun 2026 ini dinilai tepat karena akan mendapatkan harga yang lebih tinggi.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur OLX, Agung Iskandar. Menurutnya, fenomena ini karena prinsip supply and demand. Ketika permintaan konsumen lebih tinggi dan stok barang sedikit maka harga terbentuk lebih tinggi.
Selain itu, ia memaparkan data depresiasi (penyusutan harga) mobil bekas tahun ini tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau ngomong data, rata-rata mobil bekas itu setiap bulannya depresiasi turun sekitar setengah sampai 1 persen. Tahun ini depresiasinya mungkin lebih baik (lebih kecil). Jadi misal dari Januari hingga saat ini sekitar 5-6 bulan harga mobil bekas itu rata-ratanya turun 3-6 persen, tapi di tahun ini depresiasinya justru lebih kecil,” kata Agung.
Baca Juga :
Tak Cuma Mobil Bekas, OLX Tambah Fitur Pencarian Mobil Baru“Contoh saya punya Avanza 2022. Di Januari itu harga Rp200 juta bulan keenam turun 3-6 persen tuh normalnya. Tapi sekarang penurunannya nggak sampai 3-6 persen. Jadi minus 2 sampai 4 persen,” terang Agung.
Menurutnya, hal ini dikarenakan stok mobil bekas di pedagang dan showroom mobil bekas yang semakin minim.
“Karena yang namanya showroom atau pedagang mobil bekas mereka nggak bisa jual kalau tidak ada barangnya, jadi terpaksa sekarang mereka beli lebih tinggi karena pilihannya nggak beli lebih tinggi ya nggak dapat barang.”
“Jadi seberapa menarik menjual mobil sekarang mungkin lebih fair kita lihat dari sisi depresiasi. Depresiasi tahun ini lebih baik dibandingkan depresiasi tahun-tahun kemaren, karena fenomena minimnya suplai,” tutup Agung.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)






Komentar (0)