HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, meluncurkan tiga buku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7/2026). Acara tersebut dihadiri tokoh nasional, ulama, akademisi, serta cendekiawan dari berbagai bidang.
Peluncuran buku turut menghadirkan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Ph.D. sebagai pembicara utama (keynote speaker). Selain menjadi ajang peluncuran karya, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi mengenai perkembangan pemikiran Islam dan penguatan tradisi literasi di Indonesia.
Tiga buku yang diperkenalkan kepada publik berjudul Pikiran yang Memurnikan, Simpul Pemikiran, serta Artikel dan Opini Pilihan. Ketiganya berisi kumpulan gagasan, refleksi, dan pemikiran Nasaruddin Umar yang ditulis dalam berbagai kesempatan.
Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa menulis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdiannya sebagai akademisi. Ia mengatakan produktivitasnya dalam menghasilkan karya tulis tetap berjalan di tengah kesibukannya sebagai Menteri Agama.
“Tiga hari yang lalu kami juga meluncurkan tujuh buku. Tujuh buku itu tidak termasuk tiga buku yang diluncurkan hari ini,” ujar Nasaruddin.
Ia menambahkan, dirinya masih terus mengembangkan berbagai karya ilmiah yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pemikiran Islam di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Nasaruddin juga mengungkapkan tengah menyusun sebuah karya bertajuk Tafsir Filosofi Al-Qur’an. Menurutnya, naskah tersebut masih dalam proses penyempurnaan sehingga belum siap diterbitkan.
Ia menjelaskan, tafsir yang sedang disusunnya menawarkan sejumlah perspektif baru dalam memahami Al-Qur’an. Karena itu, proses penulisannya membutuhkan kajian yang mendalam agar hasilnya benar-benar matang sebelum dipublikasikan.
“Saya mencoba untuk membuat aktualisasi pemahaman dan pemikiran saya tentang Al-Qur’an. Barangkali tiga tahun lagi bisa selesai,” ungkapnya.
Peluncuran tiga buku tersebut menjadi bagian dari komitmen Nasaruddin Umar dalam memperkuat budaya literasi, riset, dan pengembangan pemikiran Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman. (ade)






Komentar (0)