Benarkah Harga Barang di Koperasi Merah Putih Murah?

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

 

Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih Pondok Kelapa disambut baik warga setempat. Mereka merasa terbantu. Apalagi ketika 'isi' dapur mulai kosong. Seperti pengakuan Hadi.

Advertisement

BACA JUGA: LRT Jabodebek Perkuat Transportasi Massal

Warga Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim) itu senang saat mengetahui Koperasi Kelurahan Merah Putih Pondok Kelapa ada di dekat tempat tinggalnya.

"Kebantu, (harga) murah, lebih murah di Koperasi Merah Putih," ujar Hadi saat ditemui Liputan6.com, Rabu 15 Juli 2026.

Dia cukup sering berbelanja di Koperasi Kelurahan Merah Putih Pondok Kelapa.

"Iya, saya sering belanja. Seneng sih (ada koperasi), lumayan dah (lebih murah). Kalau buat kita-kita orang mah lumayan (murah)," jelas Hadi.

Namun, kata Hadi, dia hanya sering berbelanja, namun tidak ikut serta menabung. Seperti diketahui sebelumnya, Koperasi Kelurahan Merah Putih Pondok Kelapa selain menyediakan kebutuhan sehari-hari, juga sebagai tempat menabung atau simpan uang.

Senada, Isti juga mengaku cukup sering berbelanja di Koperasi Kelurahan Merah Putih Pondok Kelapa karena harganya lebih murah jika dibandingkan dengan minimarket atau supermarket.

"Seneng kebantu, lebih murah pasti (di koperasi). Sering (belanja) di sini," jelas Isti.

Seperti diketahui, Koperasi Kelurahan Merah Putih Pondok Kelapa berdiri dan diresmikan pada 9 Oktober 2025 lalu. Pendirian koperasi bekerja sama dengan sejumlah pihak.

Sedangkan untuk operasional, berasal dari iuran anggota koperasi. Saat ini, total anggota Koperasi Kelurahan Merah Putih Pondok Kelapa ada kurang lebih 500 warga dengan 5 orang merupakan pengurus dan 3 pengawas.

Hal senada juga disampaikan Pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih Pondok Kelapa, Pak Tata. Menurut dia, pembeli di tempatnya cukup ramai dan banyak. Hal itu juga mengingat harga barang kebutuhan yang dijual relatif murah.

"Kalau misalnya contoh seperti telor, paling kita antara 5 sampai 7 persen (untungnya). Ada juga yang sangat tipis juga. Ada produk kan seperti contoh jarang dibeli, misalnya, itu kan kita bagi, kenapa enggak bergulir barang ini? Berarti kan harus substitute, harus ada barang pengganti," ujar Pak Tata kepada Liputan6.com.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Korupsi Stadium 4: Ketika Negara Kehilangan Imunitas
• 13 jam lalu
0
thumb
Bocah 4 Tahun yang Disiksa Ibu Tiri di Bekasi Meninggal Dunia
• 9 jam lalu
0
thumb
ID FOOD Ekspor Perdana Udang Vaname ke AS
• 20 jam lalu
0
thumb
Foto: Pendukung Argentina Padati Kota Atlanta Jelang Semifinal Lawan Inggris
• 19 jam lalu
0
thumb
Pria di Nganjuk Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan Rumah Tetangga
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.