Kronologi Kantor Ekspedisi di Kebumen Dilempar Bom Molotov, Diduga Berawal dari Konflik Antar Pemuda

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi kantor ekspedisi di Kebumen dilempar bom molotov. Peristiwa diduga berawal dari konflik antar pemuda.

Penyerangan kantor dan gudang ekspedisi di Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen kini viral di media sosial. Penyerangan dilakukan dengan melempar bom molotov.

Akibatnya, sejumlah paket milik pelanggan rusak terbakar. Seorang karyawan juga menjadi korban pengeroyokan.

Sementara ini sudah ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih memburu dua pelaku lain yang diduga terlibat penyerangan masih.

Kronologi

Peristiwa bermula pada Sabtu (11/7/2026). Sebelumnya, dua kelompok pemuda yang memiliki persoalan sepakat untuk bertemu di kawasan Jembatan Merah Putih, Desa Kaligending untuk menyelesaikan konflik yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Namun pertemuan justru berubah menjadi bentrokan. Salah satu kelompok berusaha menyelamatkan diri.

Sebagian anggotanya berlari menuju permukiman warga. Termasuk masuk ke area Gudang J&T Karangsambung untuk berlindung.

Kelompok lawan kemudian melakukan pengejaran hingga ke halaman gudang ekspedisi. Saat itu seorang pelaku berinisial RB diduga melempar bom molotov ke arah orang-orang yang berada di sana.

"Lemparan tersebut mengenai jaket salah satu korban, sementara kobaran api juga menyambar bagian dalam gudang hingga membakar sejumlah paket kiriman milik pelanggan," ujar Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, dikutip dari Kompas.com.

"Ada 3 paket konsumen yang ikut terbakar dan sudah kita amankan sebagai barang bukti," jelasnya.

 

Beberapa pelaku bahkan masuk ke dalam ruangan dan melakukan pemukulan terhadap orang-orang yang berada di lokasi. Korban yang menjadi sasaran bukan merupakan kelompok lawan, melainkan karyawan J&T yang sedang bekerja.

Kronologi kantor ekspedisi di Kebumen dilempar bom molotov menyebabkan beberapa paket pelanggan terbakar dan karyawan mengalami luka. Peristiwa diduga berawal dari konflik antar pemuda.

Dilansir dari Tribun Video, dua pelaku lain yang berinisial GJ dan BGS masih dalam pencarian. Kemudian sejumlah barang bukti juga telah diamankan.

Termasuk di antaranya ada satu unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan pelaku, sebatang bambu sepanjang 145 sentimeter, hingga pecahan botol minuman keras yang diduga digunakan sebagai bom molotov. Terdapat juga bukti lain seperti jaket korban yang terbakar, tiga paket yang hangus, serta rekaman CCTV di tempat kejadian. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pram Lantik 239 Pejabat Baru DKI, Kepala BPBD Kini Dijabat Marulitua Sijabat
• 17 jam lalu
0
thumb
TBIG Ekspansi ke Bisnis Gerbang Akses Internet, Bidik Pasar ISP dan Korporasi
• 1 jam lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Optimalkan Distribusi BBM, Pastikan Pasokan Energi Tetap Aman
• 1 jam lalu
0
thumb
3 Alasan Gen Z Punya Side Hustle Job, Kamu Salah Satunya?
• 6 jam lalu
0
thumb
Demo Mahasiswa di Depan Pemkot Tangsel Siang Ini, Waspada Lalu Lintas Macet
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.