REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi warga. Kebijakan itu ditandai lewat program bantuan pendidikan seperti beasiswa mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), hingga program magister (S2) dan doktor (S3).
"Yang saya senang adalah untuk KJMU (Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul), kalau dulu hanya untuk S1, maka sejak saya menjabat, saya izinkan untuk S2 dan S-3," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dalam peresmian gedung SMP dan SMA Labschool Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga
Jajal LRT Jakarta Fase 1B, Pramono: Bulan Depan Diresmikan Presiden
Pramono Sebut Sisa 108 Bidang Tanah Pembebasan Normalisasi Ciliwung
Mangkrak 7 Gubernur, Pramono Janji Tuntaskan Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu
Pramono menyebut, pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Pemprov DKI dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Jakarta. "Pendidikan adalah salah satu hal yang betul-betul mendapatkan perhatian ataupun atensi saya pribadi. Maka, Jakarta sekarang ini termasuk yang memberikan beasiswa terbanyak di Republik Indonesia ini," ujar Pramono.
Jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk siswa SD hingga SMA saat ini mencapai 707.477 orang. Sementara penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) berjumlah 15.825 mahasiswa, dengan salah satu penerima terbanyak berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pramono menyebut, salah satu kebijakan baru yang diterapkan pada masa kepemimpinannya adalah memperluas cakupan KJMU. Kebijakan itu diambil agar masyarakat Jakarta memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing melalui pendidikan tinggi.
Pemprov DKI juga sedang menyiapkan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) DKI Jakarta yang akan mulai berjalan pada 2027. Program tersebut akan dikelola bersama pemerintah pusat sebagai beasiswa bagi mahasiswa Jakarta yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
"Memang di tahap awal ini, kami baru bisa memberangkatkan kurang lebih 50 sampai 75 mahasiswa yang akan sekolah di luar negeri," ucap Pramono.
Komentar (0)