JAKARTA, KOMPAS.com – Proses pengosongan aset Hotel Sultan di kawasan Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, terus berlanjut hingga Kamis (16/7/2026).
Memasuki hari-hari terakhir menjelang batas waktu pengosongan pada Sabtu (18/7/2026), logo Hotel Sultan di bagian depan lobi kini telah dicopot.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Kamis pagi, bekas pemasangan logo tersebut masih terlihat jelas dari area luar bangunan.
Di sisi lain, aktivitas pengangkutan aset dari dalam hotel juga masih berlangsung.
Baca juga: Pengosongan Hotel Sultan Masih Lanjut, Sofa hingga Rak Besi Diangkut ke Truk
Dua truk logistik jenis wingbox berukuran besar terparkir di depan lobi utama dan akses masuk Lagoon Tower untuk memuat berbagai barang yang dikeluarkan dari dalam hotel.
Puluhan pekerja bongkar muat yang mengenakan kaus berwarna oranye tampak bergotong royong mengangkut berbagai perabot hotel secara estafet ke dalam truk.
Perabot yang dipindahkan antara lain sofa, kursi, hingga lemari yang telah dibungkus rapat menggunakan plastik wrap berwarna hitam untuk menghindari kerusakan selama proses pemindahan.
Tak hanya furnitur dari kamar dan lobi, berbagai peralatan operasional hotel juga turut diangkut.
Dari area dapur dan penyimpanan logistik, rak-rak besi berukuran besar dibungkus plastik bening sebelum dipindahkan ke dalam truk.
Sementara itu, suasana di dalam lobi hotel juga tampak jauh berbeda dibandingkan sebelumnya.
Baca juga: Kena Lempar Batu saat Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg Pakai Kursi Roda
Kemegahan lobi yang selama ini dipenuhi berbagai furnitur kini mulai menghilang.
Di salah satu sudut ruangan terlihat tumpukan kardus berisi perlengkapan hotel yang telah disiapkan untuk diangkut keluar.
Di sisi kiri lobi, tepatnya di depan area Nan Xiang Restaurant yang kini telah kosong, puluhan sofa dan furnitur lain yang dibungkus plastik hitam tampak menumpuk.
Para pekerja kemudian mengangkut satu per satu furnitur tersebut menggunakan troli roda menuju truk yang telah menunggu di depan lobi.
Komentar (0)