Bisnis.com, JAKARTA – Holding BUMN Pangan ID FOOD merealisasikan ekspor perdana udang Vaname ke Amerika Serikat untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas perikanan. Hal tersebut sejalan dengan niat pemerintah untuk terus mendorong akses pasar produk unggulan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi.
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan ekspor tersebut menunjukkan bahwa produk perikanan dalam negeri memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar mancanegara.
“Ekspor perdana ini merupakan langkah strategis ID FOOD dalam mengembangkan pasar udang Vaname. Melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi, kami memastikan proses pembelian, pengolahan, penjualan, hingga pengapalan berjalan sesuai standar dan kebutuhan negara tujuan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2026).
Pada pelepasan perdana tersebut, ID FOOD mengekspor sebanyak enam kontainer udang Vaname dengan kapasitas sekitar 17 ton per kontainer atau total sekitar 102 ton. Perusahaan menargetkan pengiriman rutin sebanyak delapan kontainer per bulan.
Dengan kapasitas sekitar 17 ton per kontainer, total volume ekspor diproyeksikan mencapai 136 ton udang Vaname setiap bulan. ID FOOD menargetkan ekspor sebanyak 72 kontainer dengan nilai sekitar Rp218,5 miliar hingga akhir 2026.
Menurutnya, target tersebut dirancang untuk menjaga konsistensi pasokan dan memenuhi permintaan pasar global secara berkelanjutan. ID FOOD juga terus memperkuat koordinasi dengan pemasok, mitra pengolahan, serta pembeli untuk menjaga kualitas produk dan ketepatan pengiriman.
Baca Juga
- Sugar Co Resmi Jadi Pengendali Baru 3 Anak Usaha Pabrik Gula ID Food
- ID FOOD Lepas Ekspor Perdana 40 Kontainer Bunga Pala ke India
- Merger ID Food-PTPN Dikebut, Target Rampung Semester II/2026
Untuk pasar Amerika Serikat, ekspor dilakukan melalui kerja sama dengan importir RCC dan Sterling Seafood Corporation. Selain itu, pemasaran udang Vaname juga dikembangkan ke Brunei Darussalam, Vietnam, dan Jepang.
“Diversifikasi negara tujuan dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar, mengurangi ketergantungan pada satu kawasan, serta menjaga kesinambungan bisnis ekspor produk perikanan,” jelasnya.
Produk yang dipasarkan terdiri atas kategori raw atau udang mentah dan cook atau udang matang. Variasinya meliputi PTO atau Peeled Tail On, yakni udang kupas dengan ekor tetap utuh, serta PND atau Peeled and Deveined, yaitu udang yang telah dikupas, dibersihkan, dan dibuang urat punggungnya sehingga siap diolah.
Ghimoyo menambahkan bahwa pengembangan ekspor ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume penjualan, tetapi juga pada pembangunan rantai pasok yang berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan fokus ID FOOD dalam memperkuat lini bisnis perdagangan dan logistik pangan.
“Keberhasilan ekspor membutuhkan kolaborasi yang kuat dari hulu hingga hilir. Kami mengambil peran dalam menghubungkan sumber pasokan agar komoditas pangan dalam negeri semakin berdaya saing. Ke depan, ID FOOD akan terus memperkuat pengelolaan rantai pasok, meningkatkan kapasitas dan kontinuitas pasokan, serta menjajaki peluang pasar baru,” ungkapnya.






Komentar (0)