Ekspansi Kapasitas Berlanjut, Prospek PGEO Dinilai Tetap Menarik

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Prospek PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dinilai tetap menarik seiring berlanjutnya ekspansi kapasitas pembangkit.

Ekspansi Kapasitas Berlanjut, Prospek PGEO Dinilai Tetap Menarik. (Foto: PGEO)

IDXChannel - Prospek PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dinilai tetap menarik seiring berlanjutnya ekspansi kapasitas pembangkit, potensi reformasi tarif listrik panas bumi, serta peluang pertumbuhan anorganik melalui akuisisi aset panas bumi.

Sejumlah katalis tersebut diperkirakan dapat menopang pertumbuhan kinerja perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga:
Merdeka Battery (MBMA) Lunasi Obligasi dan Sukuk Tahap I 2025 Seri A

Dalam riset terbaru BRI Danareksa Sekuritas, Kamis (16/7/2026), perusahaan sekuritas itu mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PGEO sekaligus menaikkan target harga menjadi Rp1.300 per saham dari sebelumnya Rp1.250.

Kenaikan target harga tersebut didasarkan pada pembaruan valuasi menggunakan metode discounted cash flow (DCF).

Baca Juga:
Waskita (WSKT) Rugi Rp1,92 Triliun pada Semester I-2026, Tersedot Beban Konstruksi dan Utang

Dari sisi operasional, kinerja PGEO hingga lima bulan pertama 2026 menunjukkan tren yang solid. Produksi listrik mencapai 2.284 gigawatt-jam (GWh) atau meningkat 14,5 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh kontribusi penuh proyek Lumut Balai Unit 2, serta meningkatnya dispatch pembangkit panas bumi di tengah berkurangnya pasokan listrik berbasis batu bara, gas, dan diesel.

Baca Juga:
Bukalapak (BUKA) Serap Seluruh Dana IPO Rp21,3 Triliun

Sejalan dengan itu, capacity factor PGEO juga meningkat menjadi 90,2 persen dari 85,1 persen pada periode yang sama tahun lalu. Menurut BRI Danareksa, capaian tersebut mencerminkan tingkat utilisasi pembangkit yang sangat sehat.

Ke depan, PGEO menargetkan kapasitas terpasang meningkat dari 727 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 988 MW pada 2028.

Penambahan kapasitas akan berasal dari proyek Ulubelu Binary Units 1-3 berkapasitas 30 MW yang ditargetkan beroperasi pada 2027, disusul proyek Hululais Units 1-2 berkapasitas 110 MW pada 2028.

BRI Danareksa menilai perkembangan proyek Hululais cukup positif setelah kontrak penjualan uap (Steam Sales Contract) berhasil diamankan.

Proyek tersebut juga memperoleh dukungan pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai 29,16 miliar yen atau sekitar USD190 juta yang disalurkan kepada PLN pada Maret 2026.

Selain itu, PGEO juga mengembangkan proyek co-generation yang berpotensi menambah kapasitas hingga 230 MW.

Beberapa proyek yang tengah berjalan antara lain Lahendong Low Pressure berkapasitas 15 MW, yang tarif listriknya telah disepakati dengan PLN pada April 2026, serta proyek Ulubelu Binary berkapasitas 30 MW.

Di luar ekspansi organik, BRI Danareksa melihat potensi kenaikan valuasi dari rencana reformasi tarif listrik panas bumi melalui revisi Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022. Revisi tersebut ditujukan untuk meningkatkan internal rate of return (IRR) proyek panas bumi menjadi sekitar 10-12 persen.

Meski demikian, dampak positif reformasi tarif diperkirakan hanya berlaku untuk perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) yang baru, sehingga tidak akan langsung memengaruhi kontrak yang telah berjalan.

Potensi pertumbuhan lainnya berasal dari peluang akuisisi Geo Dipa Energi yang mengelola lapangan panas bumi Dieng dan Patuha dengan kapasitas sekitar 120 MW.

Akuisisi tersebut dinilai dapat mempercepat pertumbuhan kapasitas karena aset yang diincar telah beroperasi. Namun, BRI Danareksa juga mencatat produksi Geo Dipa turun menjadi 763 GWh pada 2025 dari 859 GWh pada 2024.

Untuk proyeksi keuangan, BRI Danareksa memperkirakan laba bersih PGEO pada 2026 mencapai USD144,9 juta atau tumbuh 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan volume pembangkitan sebesar 5.256 GWh atau naik 3,2 persen.

Pada 2027, laba bersih diproyeksikan meningkat menjadi USD161,9 juta seiring mulai beroperasinya tambahan kapasitas pembangkit baru. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BBHAR PDI-P Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik terkait Tudingan Kerusuhan Agustus
• 15 jam lalu
0
thumb
Seberapa Horornya Titi Kamal? Dari Kecil Sering Uji Nyali, Datangi Tempat Angker
• 23 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Benahi Pelaksanaan MBG Usai Ditemukan Sejumlah Kendala di Lapangan, Zulhas Targetkan Tuntas dalam Sebulan
• 6 jam lalu
0
thumb
YLBHI Soroti Dugaan Perampasan Lahan untuk Batalyon Teritorial Pembangunan di Rancapinang
• 7 jam lalu
0
thumb
KDM: Defisit APBD Jabar Dipicu Tunggakan DBH Rp 1,2 T dari Pemerintah Pusat
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.