Menaker Usulkan BRICS Perkuat Pemetaan Keterampilan Masa Depan untuk Hadapi Perubahan Dunia Kerja

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli mengusulkan negara-negara anggota BRICS memperkuat kerja sama dalam memetakan kebutuhan keterampilan tenaga kerja masa depan melalui program future skills forecasting pada Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan BRICS (BRICS Labour and Employment Ministers' Meeting/LEMM) 2026 di Hyderabad, India.

Indonesia Dorong Future Skills Forecasting

Yassierli mengatakan pemetaan keterampilan masa depan penting untuk membantu negara-negara BRICS mengantisipasi perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat perkembangan teknologi, transformasi industri, perubahan demografi, serta transisi menuju ekonomi hijau.

“Dalam BRICS CONNECT, Indonesia melihat pentingnya memperkuat pemahaman bersama mengenai kebutuhan ketenagakerjaan dan keterampilan di masa depan. Karena itu, Indonesia mengusulkan agar future skills forecasting menjadi salah satu fokus kerja sama dalam BRICS CONNECT,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah tersebut akan membantu negara-negara anggota memahami perubahan kebutuhan pasar kerja, mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan, serta menyelaraskan kebijakan pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha.

Paparkan Pengalaman Indonesia

Dalam forum tersebut, Yassierli juga memaparkan berbagai langkah Indonesia dalam memperkuat ketahanan pasar kerja, mulai dari perluasan akses pelatihan dan jaminan sosial bagi pekerja informal, pembentukan Satuan Tugas PHK, penguatan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), hingga peningkatan kesempatan kerja bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah terpencil.

Pemerintah juga membangun pusat pelatihan vokasi dan layanan ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas yang dilengkapi teknologi asistif serta contoh penataan tempat kerja yang lebih inklusif.

“Indonesia memandang BRICS sebagai platform strategis untuk memperkuat south-south cooperation, saling belajar, dan menghadirkan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi pekerja, dunia usaha, dan masyarakat. Karena itu, Indonesia hadir di BRICS untuk berbagi pengalaman sekaligus belajar dari negara-negara anggota lainnya,” ujarnya.

Yassierli menambahkan pemerintah terus memperkuat transisi pendidikan menuju dunia kerja melalui Program Magang Nasional dengan target 150 ribu peserta dan Pelatihan Vokasi Nasional yang menargetkan 300 ribu peserta pada tahun ini.

Pemerintah juga mengembangkan sistem informasi pasar kerja terintegrasi yang menghubungkan pencari kerja dan pemberi kerja melalui satu platform layanan ketenagakerjaan yang didukung analisis pasar kerja dan policy dashboard.

“Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh negara anggota BRICS untuk membangun dunia kerja yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Kami siap berbagi dan siap belajar,” kata Yassierli.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kylian Mbappe Bongkar Kesalahan Taktik Didier Deschamps Saat Prancis Tumbang dari Spanyol
• 23 jam lalu
0
thumb
Panas! Messi Adu Mulut dengan Bellingham, Argentina Hancurkan Harapan Inggris ke Final Piala Dunia 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
Digitalisasi bansos jaring ratusan ribu keluarga
• 2 jam lalu
0
thumb
Menbud Tegaskan Dukungan Indonesia bagi Pemulihan Kebudayaan Palestina
• 6 jam lalu
0
thumb
Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie, KPK: Sudah Koordinasi dengan Kejagung dan Polri
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.