Kylian Mbappe Bongkar Kesalahan Taktik Didier Deschamps Saat Prancis Tumbang dari Spanyol

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kylian Mbappe akhirnya angkat bicara usai Prancis tersingkir. Kapten Les Bleus menyoroti kesalahan yang dinilai menentukan hasil pertandingan. Sasarannya bukan pemain, melainkan pendekatan taktik tim.

Harapan Prancis melaju ke final Piala Dunia 2026 sirna. Mereka tumbang dari Spanyol 0-2 pada semifinal Rabu (15/7/2026). Sepanjang pertandingan, Prancis kesulitan mengimbangi permainan lawan yang tampil lebih dominan.

Usai pertandingan, Kylian Mbappe mengungkapkan penilaiannya terhadap penyebab kekalahan tersebut. Menurut sang kapten, Prancis kehilangan kendali karena karena kesalahan taktik pelatih Didier Deschamps.

Rodri bersama Fabian Ruiz dinilai mampu mengatur tempo pertandingan dengan leluasa. Keduanya mendapatkan terlalu banyak ruang untuk mengembangkan permainan, sehingga Prancis kesulitan memutus aliran bola.

“Kami tiga lawan dua di lini tengah dan melawan Spanyol itu sangat sulit. Fabian dan Rodri punya banyak waktu untuk menguasai bola. Ada masalah komunikasi dalam melakukan tekanan,” ujar Mbappe dalam wawancara yang dikutip dari ESPN.

Menurut penyerang berusia 27 tahun itu, Prancis seharusnya menerapkan pendekatan berbeda agar dominasi Spanyol bisa dipatahkan sejak awal.

“Menurut saya, seharusnya kita menerapkan pressing satu lawan satu dan memaksa mereka untuk bergerak mengikuti pergerakan kita,” tambah Mbappe.

Kegagalan menjalankan tekanan tinggi membuat Spanyol semakin nyaman menguasai jalannya laga. Situasi semakin sulit bagi Prancis setelah Mikel Oyarzabal membawa La Furia Roja unggul melalui tendangan penalti yang lahir akibat pelanggaran Lucas Digne terhadap Lamine Yamal.

Setelah tertinggal, Les Bleus berusaha meningkatkan intensitas permainan. Namun, dominasi penguasaan bola tetap berada di tangan Spanyol.

Mbappe mengakui penampilan timnya jauh dari standar yang diharapkan pada pertandingan sebesar semifinal Piala Dunia.

“Kami tidak memainkan pertandingan seperti yang kami inginkan, baik secara teknis maupun taktis. Ketika Anda tidak melakukan apa yang seharusnya di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang,” tegas dia.

Didier Deschamps sempat mencoba mengubah jalannya pertandingan melalui pergantian pemain dengan memasukkan Désiré Doué dan Rayan Cherki. Meski demikian, perubahan tersebut tidak cukup mengganggu organisasi permainan Spanyol.

Mbappe menilai lawannya tampil lebih disiplin dalam menjalankan strategi, sementara Prancis gagal memanfaatkan momen ketika berhasil merebut bola.

“Karena mereka lebih baik dari kita dalam mengendalikan permainan. Kita tidak berhasil melakukannya. Permainan teknis kita terlalu ceroboh. Kita gagal memberikan ancaman saat ada kesempatan,” kata Mbappe.

Ia juga menyoroti buruknya kualitas sentuhan pertama para pemain Prancis yang membuat serangan sulit berkembang.

“Bahkan saat kami merebut bola, sentuhan pertama kami tidak cukup baik. Itu yang membuat kami kalah. Ini sungguh mengecewakan,” tutur Mbappe.

Di tengah kekecewaan tersebut, Mbappe tetap mengambil tanggung jawab sebagai kapten tim. Ia juga menyinggung kartu kuning yang diterimanya usai berbenturan dengan kiper Spanyol, Unai Simón, pada menit ke-86.

“Sebagai kapten, saya harus memikul seluruh tanggung jawab dan saya tidak keberatan dengan hal itu. Kami ingin melaju ke final. Kami gagal mencapainya,” kata Mbappe.

Kekalahan ini sekaligus mengakhiri harapan Prancis untuk tampil di final Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun setelah menjadi juara pada 2018 dan finis sebagai runner-up pada 2022.

Secara individu, Mbappe tetap tampil impresif sepanjang turnamen dengan koleksi delapan gol yang menyamai torehan Lionel Messi dalam persaingan Sepatu Emas.

Prancis kini akan menghadapi tim yang kalah dari semifinal antara Argentina dan Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga yang dijadwalkan berlangsung di Miami Gardens, Florida. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Australian Reading Corner di Masjid Istiqlal Diperkuat untuk Eratkan Persahabatan Indonesia dan Australia
• 8 jam lalu
0
thumb
Gus Ipul Ungkap Bursa Calon Ketum PBNU: Kiai Zulfa-Nasaruddin Umar
• 10 jam lalu
0
thumb
Sukses Bawa Norwegia Sampai Babak perempat Final, Erling Haaland Bilang Piala Dunia 2026 Benar-benar Mengubah Hidupnya
• 22 jam lalu
0
thumb
HUT ke-15, Garda Pemuda NasDem Sumut Gelar Fun Walk dan Donor Darah
• 13 jam lalu
0
thumb
Kematian Penghuni Kos dalam Kebakaran Kemayoran Disebut Janggal, Polisi: Masih Penyelidikan
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.