Rupiah Dibuka ke Rp18.071/USD, Kamis 16 Juli 2026

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah ikut melemah saat dolar AS tergelincir didorong penurunan data inflasi produsen.

Mengutip data Bloomberg, Kamis, 16 Juli 2026, rupiah berada di level Rp18.071 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun tiga poin atau setara 0,o2 persen dari Rp18.068 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp18.059 per USD. Rupiah bergerak menguat satu poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin sebesar Rp18.060.

Baca Juga :

Dolar AS Melemah dalam 2 Hari Berturut-turut


(Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani) Rupiah fluktuatif dengan kemungkinan melemah Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan Kamis akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan melemah. Mata uang rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp18.060 per USD hingga Rp18.110 per USD.

Ibrahim mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sentimen Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap semua pelabuhan Iran dan Iran melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur AS di kawasan tersebut. Pada Rabu pagi, AS juga memulai serangkaian serangan baru "untuk terus melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz.

Teheran mengatakan telah kembali menutup selat tersebut setelah permusuhan antara Iran dan AS kembali berkobar pekan lalu, yang semakin memperburuk gencatan senjata yang sudah rapuh yang dicapai pada bulan Juni setelah beberapa bulan pertempuran.

Selain itu, para pedagang mengurangi taruhan kenaikan suku bunga The Fed. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada Juli turun menjadi 16 persen dari 40 persen, sementara peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi 60 persen dari 74 persen.

Di dalam negeri, meningkatnya kebutuhan pembiayaan utang pemerintah seiring pelebaran defisit APBN 2026, kebutuhan penarikan utang baru secara bruto pada tahun ini diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp1.768 triliun. Penerimaan terbesar selama ini berasal dari utang, yang disebut sebagai pembiayaan utang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jasa Marga Ingin Infrastruktur yang Dikelola Tak Hanya Jadi Penghubung Wilayah, tapi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
• 18 jam lalu
0
thumb
Sinopsis The East Palace, Drakor Sageuk Terbaru yang Dibintangi Nam Joo Hyuk
• 1 jam lalu
0
thumb
Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg, dan 12 Kg Terbaru per 16 Juli 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
KADIN: Piala Dunia 2026 Dongkrak Perputaran Ekonomi RI hingga Rp 5 Triliun
• 4 jam lalu
0
thumb
Bivitri: Tujuan Penegakan Hukum Itu Apa? Harmoni Tidak Ada Gesekan atau Cari Keadilan
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.