jpnn.com - JAKARTA – Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Makhruzi Rahman, atas nama Mendagri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI, melantik beberapa pejabat baru di lembaga negara tersebut di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Mey Rany Wahida Utami dilantik sebagai Kepala Biro Keuangan, Umum dan Hubungan Masyarakat BNPP RI.
BACA JUGA: Kepala BNPP Membantah Isu Dua Desa di Nunukan Masuk Malaysia
Harris Fadhly menduduki jabatan baru sebagai Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat BNPP RI.
BACA JUGA: Mendagri: Komisi II DPR Mendorong BNPP Punya Kewenangan Imperatif Urus Perbatasan
Pelantikan pejabat baru di lingkungan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto: Humas BNPP RI
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP RI Nomor 10.00-504 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di Lingkungan Sekretariat Tetap BNPP RI.
BACA JUGA: BNPP Mempercepat Pembukaan Pelintasan TemajukâTelok Melano
Pada kesempatan yang sama, Makhruzi juga melantik Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional berdasarkan Keputusan Nomor 10.00-587 Tahun 2026 dan Keputusan Nomor 35.04-542 Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Makhruzi menegaskan bahwa pelantikan merupakan bagian dari proses penguatan organisasi sekaligus bentuk regenerasi kepemimpinan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di lingkungan BNPP RI.
“Kita (jajaran BNPP RI) memaknai bersama bahwa pelantikan ini bukan sebagai rutinitas administrasi belaka. Ini merupakan bagian dari perjalanan kita sebagai abdi negara,” ujar Makhruzi.
Dia menjelaskan bahwa setiap perpindahan jabatan harus dimaknai sebagai kesempatan menghadirkan nilai-nilai baru dalam organisasi, sehingga mampu mendorong peningkatan kinerja dan memperkuat pelayanan publik, khususnya dalam mendukung pengelolaan kawasan perbatasan negara.
Makhruzi juga kembali mengingatkan pesan Mendagri Tito Karnavian, mengenai analogi “teori tenda” sebagai filosofi membangun organisasi yang solid.
Dia menuturkan bahwa sebuah tenda hanya dapat berdiri kokoh apabila seluruh tiang penyangga dan tali ancangnya berfungsi secara optimal.
“Ketika satu tiang roboh, patah, atau kendur, maka tenda itu tidak akan berdiri dengan kokoh. Akan ada yang miring, melengkung, dan tidak lagi kuat menopang keseluruhannya,” kata Makhruzi.
Lebih lanjut, Makhruzi mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menjaga kekompakan serta memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil.
Dia meyakini bahwa organisasi akan semakin kuat apabila setiap unsur mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh rekan-rekan. Saya berharap tugas ini adalah kehormatan. Sekali lagi, selamat kepada rekan-rekan yang telah dipercaya menduduki jabatan ini,” tutupnya.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi BNPP RI untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, sehingga mampu menghadirkan tata kelola pengelolaan perbatasan negara yang semakin profesional, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia. (sam/jpnn)
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu





Komentar (0)