Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendatangi lokasi ledakan misterius di toko bangunan Purwakarta. Tak sekadar mendatangi, Dedi juga memberi bantuan untuk keluarga korban.
Seperti diketahui, baru-baru ini muncul ledakan misterius di toko bangunan Purwakarta. Ledakan itu terjadi di sebuah toko bangunan di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Minggu (12/7/2026).
Ledakan yang terdengar hingga radius sekitar enam kilometer itu menewaskan seorang pekerja toko material. Tak hanya itu, empat rumah warga dan sebuah masjid juga mengalami kerusakan akibat ledakan misterius itu.
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan sumber ledakan. Hal itu karena proses olah TKP bersama Tim Gegana selesai dilakukan.
"Benar, pada hari ini sekitar pukul 08.00 WIB telah terjadi ledakan di sebuah toko bangunan di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta. Penyebab ledakan masih kami dalami dan kami masih berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom Polda Jabar."
"Nanti setelah olah TKP oleh Satreskrim dan Tim Gegana Satbrimob Polda Jabar selesai, hasilnya akan kami sampaikan," ujar Dewa di lokasi kejadian kepada wartawan, Minggu (12/7/2026) dilansir Tribunnews.com.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga langsung turun tangan dan mendatangi lokasi ledakan misterius di toko bangunan Purwakarta. Hal itu diketahui dari unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71 dilansir pada Rabu (15/07/2026).
Di unggahan itu, Dedi tampak mengunggah video detik-detik ledakan toko bangunan purwakarta. Terlihat, di lokasi ledakan itu dipenuhi dengan asap.
Barang-barang hingga rumah di sekitar rumah tersebut juga tampak rusak. Saat mendatangi lokasi kejadian itu, Dedi langsung disambut oleh para warga.
Awalnya, para warga tampak menceritakan insiden itu pada sang gubernur. Mendengar cerita itu, Dedi mengaku akan memberi bantuan.
Untuk keluarga korban yang meninggal, Dedi mengaku akan memberi bantuan biaya hidup hingga tiga bulan ke depan. Ia juga akan menanggung biaya lahiran istri mendiang.
Tak hanya itu, Dedi juga mengangkat anakdari korban tersebut menjadi anak angkatnya.
"Pegawai yang bernama Muhammad Jaelani, meninggalkan satu istri dalam keadaan hamil 6 bulan dan anak sekolah."
"Nanti biaya lahiran sampai anaknya selesai nanti sudah tidak usah dipikirkan, biaya untuk tiga bulan ke depan, insyaAllah selesai," ujarnya.
Dedi juga akan membantu beberapa rumah rusak yang terdampak ledakan misterius toko bangunan di Purwakarta itu. Dedi mengaku akan memberikan uang sejumlah Rp50 juta per rumah.
"Rumah yang rusak, tiga rumah akan segera diberi bantuan Rp50 juta satu rumah, yang kedua anak yang yatim akan menjadi anak asuh saya," ujarnya.
Di akhir kalimatnya, Dedi berdoa untuk korban tewas dalam insiden itu. Ia juga meminta agar masyarakat lebih berhati-hati.
"Semoga almarhum diterima iman islamnya, diampuni dosanya, untuk semuanya ke depan tolong berhati-hati terhadap semua bahan yang bisa menimbulkan ledakan," ucap Dedi.
"Duka cita untuk musibah ledakan di Wanayasa, Purwakarta. Semoga ditabahkan dan diberi kekuatan," lanjutnya. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)