Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 8.000 Triliun, Menkeu Purbaya Bilang Masih Aman

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan posisi utang pemerintah Indonesia masih berada pada level yang aman meski nilainya telah menembus Rp 8.000 triliun.

Menurutnya, kondisi utang tidak dapat dinilai hanya dari nominal, melainkan harus dibandingkan dengan ukuran perekonomian nasional.

Baca Juga :
Tumbuh 2,1 Persen, Utang Luar Negeri RI Hampir Tembus Rp 8.000 Triliun Per Mei 2026
Utang Luar Negeri RI Mei 2026 Naik Jadi US$444,4 Miliar, Ini Rinciannya

"Kita selalu bandingkan dengan size ekonominya, jangan nominalnya saja," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Purbaya menjelaskan, indikator yang lazim digunakan untuk mengukur keberlanjutan utang adalah rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB).

Berdasarkan ukuran tersebut, rasio utang Indonesia saat ini masih berada di kisaran 40 persen PDB, jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang diatur dalam standar internasional Maastricht Treaty.

"Jadi, kita kalau pakai di fiskal itu kan di bawah 60 persen, harusnya di bawah 60 persen. Kita masih 40 persen jadi masih jauh," kata Purbaya.

Ia membandingkan rasio utang Indonesia dengan sejumlah negara maju yang memiliki tingkat utang jauh lebih tinggi. Menurutnya, Amerika Serikat memiliki rasio utang di atas 100 persen PDB, Singapura sekitar 175 persen, Jerman lebih dari 60 persen, dan Jepang mencapai sekitar 275 persen.

Selain itu, Purbaya menegaskan tidak ada alasan untuk meragukan kapasitas fiskal Indonesia.

Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia juga tercermin dari penilaian lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) yang tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan prospek (outlook) stabil.

Lebih lanjut, apabila kemampuan pembayaran utang dinilai bermasalah, lembaga pemeringkat sudah lebih dahulu menurunkan prospek maupun peringkat kredit Indonesia.

"Kalau kita dianggap nggak mampu pasti sudah unstable atau negatif atau mungkin sudah downgrade," jelasnya. (Ant)

Baca Juga :
Ekonom Ungkap Dampak dari Keputusan S&P Global Pertahankan Peringkat Utang RI
Meski Tembus 40,54 Persen terhadap PDB, Purbaya Sebut Rasio Utang RI Masih Aman
Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak dalam Waktu Dekat

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
‘The Odyssey’ Jadi Film Pertama yang 100 Persen Syuting dengan Kamera IMAX
• 7 jam lalu
0
thumb
Tokenmaxxing: Peluang Indonesia Belajar dari Gejolak AI di Amerika
• 3 jam lalu
0
thumb
5 Fakta Sidang Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah, Kehadiran Para Pihak hingga Agenda Selanjutnya
• 7 jam lalu
0
thumb
Spanyol Kalahkan Perancis 2-0, La Roja Melaju ke Final Piala Dunia 2026
• 20 jam lalu
0
thumb
Naik Perahu Getek, Wapres Gibran Tinjau Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Lampung
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.