Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora pada Rabu (15/7) yang menarik perhatian pembaca dan masih layak untuk disimak pagi ini, mulai dari program MBG telah menciptakan ekosistem kerja baru di pelosok negeri hingga Surat Edaran pembatasan gawai.
Berita-berita tersebut dapat kembali disimak dalam ringkasan berikut.
1. MBG ciptakan ekosistem kerja baru hingga ke pelosok negeri
Tenaga Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Karimah Muhammad menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu menciptakan ekosistem kerja baru hingga ke seluruh pelosok negeri.
"MBG bukan sekadar program makan siang, melainkan ekosistem kerja dengan 28.390 kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan lebih dari 1,1 juta penjamah makanan, pengemudi, petugas kebersihan, keamanan, dan lapangan, yang seluruhnya menggantungkan penghasilan pada keberlangsungan SPPG," katanya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi.
Selengkapnya di sini
2. Kemenag kembali ingatkan verifikasi arah kiblat pada 15-16 Juli 2026
Kementerian Agama kembali mengingatkan masyarakat untuk memverifikasi arah kiblat seiring dengan adanya fenomena Rashdul Qiblat yakni saat matahari tepat berada di atas Kakbah pada 15 dan 16 Juli 2026.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menentukan arah kiblat tidak harus rumit. Melalui fenomena Rashdul Kiblat, siapa pun dapat melakukan verifikasi secara mudah, praktis, dan akurat dengan memanfaatkan posisi Matahari,” ujar Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag Ismail Fahmi di Jakarta, Rabu.
Selengkapnya di sini
3. KSP: Pemerintah pastikan pemenuhan gizi dan pendidikan untuk anak
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah ingin memastikan anak-anak memperoleh layanan pendidikan dan pemenuhan gizi sejak hari pertama kembali ke sekolah.
Menurut keterangan Kantor Staf Presiden (KSP) yang diterima di Jakarta, Rabu, Kepala Staf Kepresidenan Dudung meninjau SDN 3 Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (13/7), untuk melihat pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus dimulainya tahun ajaran baru.
Selengkapnya di sini
4. Teknologi Sepablock jadi percontohan rumah huntap BNPB di Sumbar
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan inovasi teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang sebagai model percontohan pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri bagi penyintas bencana banjir bandang disertai tanah longsor di Sumatera Barat.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan penggunaan material bata saling mengunci (interlocking) tersebut diaplikasikan pada unit contoh huntap perdana yang resmi diserahkan kepada warga penyintas bencana.
Selengkapnya di sini
5. Mendikdasmen: SE pembatasan gawai tingkatkan konsentrasi belajar murid
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan bertujuan untuk meminimalkan distraksi, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi belajar murid.
Dalam SE tersebut, pihaknya menilai penggunaan gawai yang tidak tepat selama berada di lingkungan sekolah berpotensi mengurangi konsentrasi belajar, menurunkan kualitas interaksi antar-murid hingga meningkatkan risiko penyalahgunaan teknologi digital yang dapat berdampak terhadap kesehatan fisik maupun mental murid.
Selengkapnya di sini
Berita-berita tersebut dapat kembali disimak dalam ringkasan berikut.
1. MBG ciptakan ekosistem kerja baru hingga ke pelosok negeri
Tenaga Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Karimah Muhammad menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu menciptakan ekosistem kerja baru hingga ke seluruh pelosok negeri.
"MBG bukan sekadar program makan siang, melainkan ekosistem kerja dengan 28.390 kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan lebih dari 1,1 juta penjamah makanan, pengemudi, petugas kebersihan, keamanan, dan lapangan, yang seluruhnya menggantungkan penghasilan pada keberlangsungan SPPG," katanya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi.
Selengkapnya di sini
2. Kemenag kembali ingatkan verifikasi arah kiblat pada 15-16 Juli 2026
Kementerian Agama kembali mengingatkan masyarakat untuk memverifikasi arah kiblat seiring dengan adanya fenomena Rashdul Qiblat yakni saat matahari tepat berada di atas Kakbah pada 15 dan 16 Juli 2026.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menentukan arah kiblat tidak harus rumit. Melalui fenomena Rashdul Kiblat, siapa pun dapat melakukan verifikasi secara mudah, praktis, dan akurat dengan memanfaatkan posisi Matahari,” ujar Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag Ismail Fahmi di Jakarta, Rabu.
Selengkapnya di sini
3. KSP: Pemerintah pastikan pemenuhan gizi dan pendidikan untuk anak
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah ingin memastikan anak-anak memperoleh layanan pendidikan dan pemenuhan gizi sejak hari pertama kembali ke sekolah.
Menurut keterangan Kantor Staf Presiden (KSP) yang diterima di Jakarta, Rabu, Kepala Staf Kepresidenan Dudung meninjau SDN 3 Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (13/7), untuk melihat pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus dimulainya tahun ajaran baru.
Selengkapnya di sini
4. Teknologi Sepablock jadi percontohan rumah huntap BNPB di Sumbar
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan inovasi teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang sebagai model percontohan pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri bagi penyintas bencana banjir bandang disertai tanah longsor di Sumatera Barat.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan penggunaan material bata saling mengunci (interlocking) tersebut diaplikasikan pada unit contoh huntap perdana yang resmi diserahkan kepada warga penyintas bencana.
Selengkapnya di sini
5. Mendikdasmen: SE pembatasan gawai tingkatkan konsentrasi belajar murid
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan bertujuan untuk meminimalkan distraksi, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi belajar murid.
Dalam SE tersebut, pihaknya menilai penggunaan gawai yang tidak tepat selama berada di lingkungan sekolah berpotensi mengurangi konsentrasi belajar, menurunkan kualitas interaksi antar-murid hingga meningkatkan risiko penyalahgunaan teknologi digital yang dapat berdampak terhadap kesehatan fisik maupun mental murid.
Selengkapnya di sini






Komentar (0)