Waspada! Gelombang Tinggi Intai 10 Perairan Sulawesi Tenggara

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para nelayan dan pengguna jasa angkutan laut mewaspadai potensi gelombang tinggi yang diprakirakan melanda 10 wilayah perairan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 18 Juli 2026. Tinggi gelombang di sejumlah lokasi diproyeksikan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk dalam kategori waspada.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan tradisional yang menggunakan kapal berukuran kecil, untuk lebih berhati-hati karena tinggi gelombang kategori waspada ini sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari Gabriella Larasati di Kendari, Rabu, 15 Juli 2026, melansir Antara.

Baca Juga :

Siklon Haisen Picu Gelombang Tinggi di Perairan Sulut Hingga 18 Juli
Berdasarkan kondisi sinoptik, pola angin di wilayah Sultra umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot. Namun, BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi diprakirakan dapat mencapai hingga 25 knot atau setara dengan 6 Skala Beaufort.

"Kondisi embusan angin kencang ini berpotensi besar terjadi di perairan Wakatobi bagian timur serta Laut Banda timur Wakatobi," ujarnya.

Dia mengatakan terdapat 10 wilayah perairan di Sultra masuk zona peringatan dini gelombang tinggi dengan kategori waspada, yakni perairan utara Wawonii, Laut Banda timur Wawonii, perairan Wakatobi bagian barat, perairan Wakatobi bagian timur, Laut Banda timur Wakatobi, Selat Cempedak, Laut Flores selatan Buton, perairan Buton, Baubau, dan Teluk Bone Barat Kabaena.

"Berdasarkan analisis garis waktu BMKG, ancaman gelombang tinggi setinggi 1,25 hingga 2,5 meter ini diprakirakan konsisten melanda 10 area perairan tersebut sejak tanggal 15 Juli dan diproyeksikan bertahan hingga 18 Juli 2026 pukul 08.00 Wita," katanya.

Gelombang di perairan Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

Pihaknya meminta masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir perairan tersebut tetap memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala.

"Masyarakat dan pelaku kegiatan maritim disarankan untuk terus memperbarui perkembangan cuaca perairan dan pelayaran secara berkala melalui saluran resmi BMKG maritim demi keselamatan bersama," pesan dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jakarta Hosts Inaugural Harmony in Diversity Award 2026  
• 16 jam lalu
0
thumb
Komisaris hingga Direksi Bank Jatim (BJTM) Kompak Tambah Saham
• 15 jam lalu
0
thumb
Pangkoarmada RI dan Para Pejabat Ramaikan Ekshibisi Bulutangkis TNI AL
• 17 jam lalu
0
thumb
Tarik Investor Global, PFII akan Tawarkan Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun
• 11 jam lalu
0
thumb
Twibbon MPLS Siswi Baru di Denpasar Viral, Hebohkan Media Sosial
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.