Jakarta, CNBC Indonesia - Sudah sejak lama, Saturnus dikenal sebagai salah satu planet di Tata Surya kita dengan bulan terbanyak. Kini dalam sebuah temuan terbaru, jumlahnya makin jauh melampaui Jupiter, mencapai 285 bulan.
Jumlah bulan di Saturnus terus mengalami pertambahan dari waktu ke waktu. Beberapa tahun lalu, tercatat hanya 83 bulan yang dimiliki Saturnus.
Kemudian pada Mei 2023, lebih dari 60 bulan Saturnus ditemukan dan membuat totalnya menjadi 145 bulan. Dua tahun kemudian jumlahnya kembali bertambah menjadi 274 bulan.
Pada Maret 2026 menjadi 285 bulan atau hampir tiga kali dari Jupiter.
Lalu apa yang sebenarnya terjadi?
- Dunia yang Hilang Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik
- NASA Ungkap Fakta Baru, Bumi Ternyata Tak Lagi Mengelilingi Matahari
- Saturnus dan Bulan Malam Ini 'Dempet', Terlihat Jelas di Langit RI
Sebenarnya bukan Saturnus ketambahan bulan baru. Namun ini berkat ilmu pengetahuan dan teknologi pengetahuan yang terus berkembang dan membuat pendeteksian objek luar angkasa semakin membaik.
Sebagai gambaran, bulan bukanlah seperti planet yang berukuran besar. Bulan itu berukuran kecil, redup dan beberapa di antaranya bisa berdiameter hanya beberapa kilometer.
Hal inilah yang membuat bulan-bulan milik planet sulit dilihat dari jarak jauh, termasuk dari Bumi. Termasuk menggunakan teleskop besar dan trik cerdas untuk bisa menangkap bulan-bulan yang tidak memiliki banyak cahaya.
Space Daily menuliskan para astronom akan mengambil banyak eksposur di sekitar Saturnus. Dari sana, setiap gambar akan digeser mengikuti pergerakan dari yang kemungkinan Bulan dan menggabungkannya.
Teknik serupa telah diterapkan pada teleskop besar seperti Canada-France-Hawaii Telescope (CFHT) di Hawaii. Dengan menggunakan metode itu, teleskop menemukan sekumpulan bulan redup dan orbitnya dilacak.
Kemudian lembaga penyimpan catatan resmi, Pusat Planet Minor memberikan konfirmasi temuan tersebut.
(dem/dem) Add as a preferred
source on Google





Komentar (0)