Meski menang dua gim langsung, jalannya pertandingan tidak semulus skor akhirnya. Fajar/Fikri sempat harus melewati drama tikungan tajam di gim pertama akibat masalah klasik: unforced errors. Sempat Kehilangan Keyakinan Usai laga, Fajar Alfian secara blak-blakan mengakui bahwa dirinya sempat tampil kurang percaya diri di awal gim pertama. Akibatnya, pasangan Prancis sempat mendulang poin gratis dari kesalahannya sendiri.
"Alhamdulillah bersyukur ya, dikasih kelancaran permainan hari ini dan diberikan kemenangan juga. Di awal gim pertama, saya bermain sangat kurang yakin, banyak melakukan kesalahan sendiri. Tadi ada 6-7 poin saya melakukan kesalahan sendiri," ungkap Fajar jujur.
Beruntung, mentalitas juara berbicara. Memasuki interval gim pertama, komunikasi intens menjadi kunci kebangkitan mereka. Baca juga: Japan Open 2026: Kalah di Babak Pertama, Raymond/Joaquin Evaluasi Total "Tapi setelah interval, kami terus berkomunikasi bagaimana jangan mau kalah, jadi fight-nya ditunjukkan dan akhirnya bisa mengambil alih permainan dan menang," lanjut Fajar. Ogah Terkecoh Protes Lawan Tensi pertandingan sempat memanas ketika Popov Brothers melayangkan protes keras terkait servis yang dilakukan oleh pasangan Indonesia. Namun, Fajar menegaskan bahwa mereka memilih untuk tidak memedulikan perang urat syaraf tersebut demi menjaga fokus.
"Mereka tadi memprotes servis kami, tapi selama umpire dan hakim servis tidak menganggap ada kesalahan, kami merasa tidak ada masalah. Kami tidak mau pecah konsentrasi, jadi tetap mencoba fokus dengan apa yang kami mau mainkan," tegas Fajar.
Strategi Jitu Pasca-Interval dan Adaptasi Shuttlecock
Senada dengan Fajar, Muhammad Shohibul Fikri juga membeberkan kunci perubahan taktik mereka. Menurut Fikri, duo Prancis sempat mengubah pola permainan yang cukup mengejutkan selepas jeda gim pertama.
"Kami mengubah pola permainan sebetulnya setelah interval gim pertama. Kami membaca mereka jadi lebih cepat bermain di depan, padahal sebelumnya mereka itu panjang-panjang mainnya," jelas Fikri.
"Perubahan itu membuat cukup kaget juga, tapi akhirnya kami bisa antisipasi sambil adaptasi dengan shuttlecock yang cukup berbeda dari saat latihan," tambahnya lagi. Fajar/Fikri Janji Tampil Lebih Garang Meski mengamankan tiket ke babak kedua Japan Open 2026, Fajar/Fikri kompak mengaku belum puas dengan performa mereka hari ini. Evaluasi total akan langsung dilakukan untuk menghadapi laga esok hari.
"Berkaca dari pertandingan tadi, kami masih kurang puas dengan penampilannya. Semoga besok bisa lebih baik lagi dengan belajar dari kesalahan hari ini," tutup Fikri optimis.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)






Komentar (0)