Umur Pendek Ancaman Trump soal Tarif 20% di Selat Hormuz

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memasang tarif hingga 20% bagi kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz saat blokade Angkatan Laut AS diterapkan. Pernyataan politis itu hanya seumur jagung, Trump membatalkan pemberlakuan tarif 20% untuk setiap muatan kargo yang melintasi Selat Hormuz.

Pada Selasa (14/7), Trump mengatakan akan memasang tarif hingga 20% bagi kargo yang ingin melintasi Selat Hormuz saat blokade Angkatan Laut AS diterapkan. Trump mengatakan tarif 20% itu diberlakukan sebagai bayaran atas kerja militer AS dalam mengamankan Selat Hormuz dari pasukan Iran.

"Selat Hormuz terbuka dan akan tetap terbuka, dengan atau tanpa Iran. Kami memberlakukan kembali blokade Iran," tulis Trump di Truth Social miliknya, dilansir Reuters, Selasa (14/7).

"AS... akan mendapatkan penggantian biaya, sebesar 20% dari semua kargo yang dikirim, untuk segala biaya yang diperlukan guna menjamin keselamatan dan keamanan di wilayah dunia yang sangat rawan konflik ini," tambahnya.

Baca juga: Tentara Israel Dibui 5 Tahun karena Jadi Mata-Mata Iran


Tarif 20% Batal

Selang satu hari, Trump membatalkan pemberlakuan tarif 20% untuk setiap muatan kargo yang dibawa melintasi Selat Hormuz. Ancaman tarif 20% itu dilontarkan Trump saat AS dan Iran kembali saling serang menyusul rentetan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang didalangi oleh Teheran.

"Kami ingin mereka melakukan investasi besar-besaran di Amerika Serikat, bukannya memungut biaya. Dan saya sebenarnya menyukai hal tersebut, karena menurut saya, tidak seharusnya ada pihak yang memungut biaya untuk selat tersebut atau selat lainnya di mana pun yang melibatkan belahan dunia lainnya," kata Trump saat berbicara dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi di Gedung Putih, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (15/7).

Trump mengatakan bahwa negara-negara Teluk telah mengisyaratkan kesediaan untuk meningkatkan investasi di AS, daripada mengandalkan pendapatan dari biaya transit.

"Negara-negara Teluk akan menanamkan investasi dalam jumlah sangat besar di AS, dan hal itu sangat memuaskan bagi saya. Menurut saya, itu justru jauh lebih baik," ucap Presiden AS tersebut.




(rfs/wnv)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
JPO Tendean Dibongkar, Saat Kelalaian Pengemudi Berujung Rusaknya Fasilitas Publik
• 11 jam lalu
0
thumb
Giorgio Antonio Disentil Ruben Onsu Soal Pola Asuh, Kuasa Hukum sang Presenter Ikut Beri Peringatan Kekasih Sarwendah: Terlalu Lancang
• 13 jam lalu
0
thumb
Bermodal Miliaran tapi Seret "Cuan", Model Bisnis Koperasi Merah Putih Diragukan
• 6 jam lalu
0
thumb
KDM Soroti Debu Tambang di Cipatat, Siapkan Penindakan & Lindungi Nasib Pekerja
• 5 jam lalu
0
thumb
DPRD Jabar dorong Ranperda OPSM masuk prioritas pembahasan
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.