Hari Anak Nasional: Pencegahan Anemia Jadi Investasi Kualitas SDM Indonesia

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Anemia defisiensi besi (ADB) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) pada masa depan.

 
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Danone Indonesia memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan komunitas guna meningkatkan edukasi serta skrining dini anemia pada ibu dan anak.
 
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 27,7 persen ibu hamil dan 23,8 persen balita mengalami anemia. Kondisi tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan apabila tidak ditangani sejak dini.
 
Pakar Gizi, Dian Novita Chandra, mengatakan sebagian besar kasus anemia di Indonesia disebabkan kurangnya asupan zat besi. Menurutnya, pemenuhan gizi seimbang, konsumsi protein hewani, vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi, serta skrining rutin sejak masa kehamilan menjadi langkah penting dalam pencegahan.
 
"Konsumsi zat besi yang disertai vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Selain itu, skrining faktor risiko sejak masa kehamilan juga penting sebagai upaya deteksi dini kekurangan zat besi pada anak," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.
 
Kolaborasi perluas edukasi dan skrining
 
Dalam rangka Hari Anak Nasional 2026, Danone Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan lintas sektor di RPTRA CERIA, Jakarta Barat. Program tersebut mengintegrasikan edukasi gizi dan skrining dini risiko anemia melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, media, dan sektor swasta.
 
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengatakan kolaborasi multipihak diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada ibu dan anak.
 
Menurut dia, masih tingginya angka anemia menunjukkan perlunya edukasi yang lebih masif agar kualitas kesehatan ibu dan anak dapat meningkat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

 
Target tambahan 14 juta skrining hingga 2030
 
Sejalan dengan program Danone Impact Journey, Danone Indonesia menyebut telah mendukung lebih dari 1,25 juta skrining melalui aplikasi digital eNutri sejak 2025. Perusahaan menargetkan mendukung tambahan 14 juta skrining hingga 2030 untuk membantu mendeteksi risiko anemia lebih dini.
 
Healthcare Nutrition Director Danone Indonesia Vera Saw mengatakan pencegahan anemia menjadi salah satu fokus perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
 
"Kami berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan mitra komunitas untuk meningkatkan kesadaran, memperluas skrining dini, serta menghadirkan inovasi nutrisi berbasis sains," kata Vera.
 
Selain edukasi dan skrining bersama tenaga kesehatan, perusahaan juga menjalankan berbagai program literasi gizi melalui Bicara Gizi serta mengembangkan inovasi nutrisi berbasis riset.
 
Pada 2026, Danone Indonesia akan melanjutkan program pencegahan anemia berbasis komunitas bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) melalui edukasi gizi dan skrining dini bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di sejumlah wilayah.
 
Vera berharap kolaborasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini anemia sehingga lebih banyak anak memperoleh asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Madam Halimah Yacob Buka Harmony in Diversity Award Perdana di Jakarta
• 8 jam lalu
0
thumb
Gubernur Bobby Nasution Ungkap Penyebab Antrean BBM di Medan, Bukan karena Stok Langka
• 3 jam lalu
0
thumb
Dedi Mulyadi Lakukan Sidak di Pabrik Batu Kapur Bandung Barat, Sentil Nasib Buruh
• 18 jam lalu
0
thumb
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Remaja Korban Perkosaan 27 Pria: Sudah Bisa Cerita
• 17 jam lalu
0
thumb
LPSK Nilai Sony Sonjaya Tak Penuhi Syarat Justice Collaborator
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.