Madam Halimah Yacob Buka Harmony in Diversity Award Perdana di Jakarta

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Madam Halimah Yacob selaku mantan Presiden Singapura secara resmi membuka kegiatan Harmony in Diversity Award perdana yang digelar di Jakarta, Rabu (15/7).

Sebelumnya, Madam Halimah mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

BACA JUGA: Halimah Masuk TikTok Change Makers: Dari Kamar Mandi jadi Inspirasi Dunia

Terowongan tersebut telah menjadi simbol harmoni antarumat beragama dan mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat saling pengertian serta hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman.

"Harmoni bukanlah sesuatu yang dapat kita anggap akan selalu ada. Setiap generasi harus secara sadar berupaya memelihara dan memperkuatnya,” ujar Madam Halimah.

BACA JUGA: Harmony in Diversity Award Dorong Penguatan Dialog dan Kepemimpinan di Asia Tenggara

Terinspirasi dari kunjungan tersebut, Madam Halimah mengatakan bahwa harmoni dibangun melalui pilihan-pilihan yang disengaja: menjangkau satu sama lain, saling mendengarkan, saling menghormati, dan membangun hubungan di tengah berbagai perbedaan.

Di dunia yang makin saling terhubung namun juga makin terpolarisasi, menurutnya, pilihan-pilihan sederhana dalam kehidupan sehari-hari tersebut menjadi semakin penting.

BACA JUGA: Kardinal Orlando Beltran Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana

Di hadapan para pemimpin kawasan, anggota dewan juri, tokoh filantropi, pelaku usaha, perwakilan masyarakat sipil, serta para pemimpin lintas agama, Madam Halimah mengatakan Asia Tenggara telah lama menunjukkan keberagaman dapat menjadi sumber kekuatan ketika masyarakat memilih saling memahami, bukan terpecah oleh perbedaan.

"Selama beberapa generasi, masyarakat kita telah menunjukkan bahwa hidup berdampingan dengan saling menghormati tetap memungkinkan, tanpa harus mengorbankan identitas masing-masing. Kita memahami bahwa harmoni adalah kemampuan untuk menghormati perbedaan sekaligus menyadari bahwa kita memiliki kemanusiaan yang sama," ujar dia.

Sementara Menteri Agama Nasruddin Umar menyambut penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award sebagai sebuah inisiatif regional yang tidak sekadar memberikan penghargaan kepada individu, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi perekat masyarakat Asia Tenggara yang kaya akan keberagaman budaya dan agama.

Dia mengatakan kiprah Cardinal Orlando Quevedo di Mindanao menunjukkan bagaimana perdamaian dapat dibangun melalui kasih sayang, rekonsiliasi, serta penghormatan terhadap martabat dan hak-hak dasar setiap manusia.

Menteri Agama berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi semakin banyak individu dan komunitas di Asia Tenggara untuk memperkuat dialog, saling pengertian, dan harmoni. Acara kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan Harmony in Diversity Award perdana kepada Cardinal Orlando Beltran Quevedo, O.M.I., Archbishop Emeritus of Cotabato, sebagai penghargaan atas dedikasinya selama puluhan tahun dalam membangun perdamaian dan dialog antaragama di Mindanao.

Sementara Ng Boon Heong sebagai Executive Director and Chief Executive Officer Temasek Foundation, mengatakan penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award menjadi awal dari sebuah platform regional yang berkelanjutan untuk memberikan penghargaan sekaligus mendukung individu-individu yang membangun jembatan antar komunitas di Asia Tenggara.

Merujuk pada kunjungan Madam Halimah ke Terowongan Silaturahmi, Ng Boon Heong mengatakan bahwa terowongan tersebut bukan sekadar sebuah bangunan ikonik, melainkan simbol dari tujuan utama penghargaan ini.

“Terowongan itu lebih dari sekadar sebuah landmark. Terowongan itu merepresentasikan tujuan kami hari ini. Meskipun kami berasal dari agama, budaya, dan komunitas yang berbeda, kemanusiaan kita bersama adalah jembatan yang menghubungkan semua,” kata dia.

Sementara pendiri 5P Global Movement, M. Arsjad Rasjid P.M. mengatakan mereka memberikan penghargaan kepada satu sosok yang luar biasa. Namun pada saat yang sama, mereka juga memberikan penghormatan kepada begitu banyak orang di seluruh Asia Tenggara yang melalui tindakan-tindakan sederhana setiap hari terus memperkuat rasa saling percaya, saling memahami, dan harmoni di komunitas mereka.

“Kami berharap Harmony in Diversity Award dapat menginspirasi semakin banyak individu, organisasi, dan institusi untuk terus mendorong dialog dan saling pengertian di seluruh kawasan,” ujar Arsjad. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Piala Asia 2023: Thailand Gagal Menang Lawan Oman, Madam Pang Tetap Guyur Bonus


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sebut Ruben Onsu Orang Baik, Kuasa Hukum Sarwendah Singgung Peluang Damai di Sidang Mediasi: Mohon Doanya
• 5 jam lalu
0
thumb
Sektor Tambang Kaltim Tersandung Hujan dan Redupnya Permintaan Global
• 3 jam lalu
0
thumb
Yordania Tembak Jatuh Tiga Rudal Iran yang Melintas di Wilayah Udaranya
• 10 jam lalu
0
thumb
Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Perkara Dugaan Suap dan Gratifikasi RSUD
• 14 jam lalu
0
thumb
Tumbang dari Spanyol, Pertama Kali Prancis Kalah 2 Gol di Piala Dunia
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.