Prestasi gemilang berhasil ditorehkan oleh industri pariwisata ramah muslim Indonesia di panggung internasional. Upaya pembenahan fasilitas penunjang ibadah dan tujuan wisata halal di pelbagai destinasi sukses membuahkan pengakuan global.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan pengakuan Indonesia menyabet posisi kedua sebagai tujuan wisata halal internasional ini datang dari ajang global muslim travel index atau GMTI. Ia melanjutkan, penghargaan tersebut menjadi sebuah kebanggaan pariwisata Indonesia tahun ini.
"Melalui kerja keras dan kolaborasi, Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai Muslim friendly destination of the year dalam ajang global muslim travel index atau GMTI Awards 2026 pada 18 Juli lalu,” jelas Widi dalam konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah, Rabu (15/7/2026).
Menurut Widi, Lompatan posisi ini menjadi bukti otentik keseriusan pemerintah dalam menggarap ceruk pasar wisata halal yang sangat potensial. Indonesia berhasil memecahkan rekor perolehan penilaian tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaannya dalam indeks tersebut.
"Hal ini menjadi sebuah kebanggaan karena Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya, yang dulu berada di posisi kelima. Secara keseluruhan Indonesia memperoleh skor 79, menjadi pencapaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam GMTI," papar Widi.
Menpar Widi melanjutkan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai raihan ini menjadi modal berharga untuk menarik minat ratusan juta pelancong muslim dari seluruh dunia. Proyeksi pertumbuhan pasar wisata ramah muslim global menunjukkan angka perputaran uang yang sangat masif hingga akhir dekade.
"GMTI memperoleh dan memproyeksikan jumlah wisatawan muslim pada 2026 akan mencapai 208 juta dan akan meningkat menjadi 262 juta pada 2030 dengan nilai pasar sebesar 310 miliar dolar Amerika Serikat,” ungkap Widi.
Lebih lanjut, Widi menuturkan, pencapaian ini diperoleh lantaran kerja sama erat dengan Bank Indonesia dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) akan terus diperketat guna merumuskan standardisasi layanan ramah muslim secara nasional. Pemerintah menargetkan Indonesia mampu merebut posisi puncak sebagai destinasi halal terbaik dunia di masa mendatang.
“Dari sisi penguatan pemangku kepentingan, kami berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH untuk mendorong sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di desa wisata, serta meluncurkan Indonesia Muslim travel index atau IMTI bersama bank Indonesia, sebagai acuan pemerintah daerah dan pelaku industri dalam ketiadaan meningkatkan daya saing destinasi,” terang Widi.
Diketahui sebelumnya, sektor pariwisata nasional terus menunjukkan performa impresif di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi melaporkan adanya lonjakan signifikan pada angka kunjungan pelancong mancanegara yang memasuki Indonesia.
Menpar Widi mengungkapkan lonjakan kenaikan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1,38 juta orang. Dia juga menyebutkan lonjakan kunjungan wisman tahun ini pada semester I tahun 2026 menyuntikkan optimisme bagi ekosistem pariwisata tanah air.
Baca Juga: Selangor Targetkan Okupansi Wisatawan Medis Asal Indonesia Naik 5 Persen
Baca Juga: Kemenpar Gandeng Kemenkum Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual Produk Wisata
"Pada bulan Mei 2026 kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,38 juta kunjungan, meningkat 5,83% dibandingkan Mei 2025," jelas Menpar Widi dalam kesempatan yang sama.
Widi melanjutkan, strategi taktis yang diterapkan oleh otoritas pariwisata berfokus pada perluasan jangkauan pasar regional terdekat. Skenario ini terbukti ampuh mengamankan pasokan arus kas asing masuk ke dalam ekosistem pariwisata domestik.
"Pertumbuhan ini didorong oleh strategi Kementerian Pariwisata yang berfokus pada penguatan pasar jarak dekat dan menengah," terang Widi






Komentar (0)