Ragam Cara Ditempuh Trump Tekan Iran, Tetapi yang Ada Justru Semakin Buktikan Kegagalan AS

republika.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Setelah mengerahkan hampir seluruh instrumen tekanannya—mulai dari sanksi, unjuk kekuatan militer, hingga tekanan politik—ancaman baru Donald Trump terhadap Iran justru menunjukkan kebuntuan strategis Washington, bukan kekuatan Amerika Serikat.

Menurut catatan Mehr News, dikutip Rabu (15/7/2026), dalam lima bulan terakhir, Donald Trump telah mencoba hampir semua bentuk tekanan terhadap Iran.

Baca Juga
  • Warga AS di Pemakaman Khamenei, Siapa Mereka dan Mengapa Picu Kemarahan di Washington?
  • Apakah Benar Lionel Messi Seorang Zionis? Ini Kata Media Israel
  • Mengapa Iran Memilih Serang Negara Teluk Ketimbang Kapal Perang AS? Ini Kata Pakar Militer

Mulai dari ancaman berulang untuk melakukan serangan militer, peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan, dukungan terhadap perang yang berlangsung selama 40 hari, peningkatan tekanan politik, hingga upaya menerapkan blokade laut.

Seluruh langkah tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni memaksa Iran mundur dari posisi-posisi strategisnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Namun, perkembangan yang terjadi menunjukkan bahwa tidak satu pun dari opsi tersebut mampu mencapai tujuan yang diinginkan Washington.

Kini Presiden Amerika Serikat kembali berbicara tentang kemungkinan melancarkan serangan militer terhadap Iran, sebuah opsi yang sebelumnya tidak menghasilkan keuntungan bagi Amerika dan, menurut banyak analis Barat, juga tidak memiliki prospek keberhasilan di masa mendatang.

Dalam konteks ini, John Mearsheimer, pakar hubungan internasional terkemuka dan profesor di Universitas Chicago, meragukan efektivitas opsi militer Amerika.

Menurutnya, hingga kini pemerintah AS belum mampu menjelaskan bagaimana serangan militer baru terhadap Iran akan menghasilkan hasil yang berbeda dari sebelumnya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Soal Kasus Eks Jampidsus, Menko Yusril: Presiden Prabowo Telah Panggil Kapolri dan Jaksa Agung
• 15 jam lalu
0
thumb
Thailand Merevisi Kebijakan Bebas Visa, Masa Tinggal Dipangkas Menjadi 30 Hari untuk 59 Negara
• 18 jam lalu
0
thumb
Dokter PPDS Ditemukan Tewas di Siak, IDI Bakal Dalami Beban Kerja Korban
• 23 jam lalu
0
thumb
Harry Kane Minta Inggris tak Terjebak Emosi Saat Hadapi Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Serapan Gabah BULOG Kediri Tembus 100 Persen, Lampaui Target dengan 73.561 Ton Beras
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.