Dokter PPDS Ditemukan Tewas di Siak, IDI Bakal Dalami Beban Kerja Korban

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto (kiri) dalam dialog Kompas Petang Kompas TV, Rabu (15/7/2026). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akan mendalami beban kerja dokter mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau yang ditemukan tewas di samping Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau.

Sebagai informasi, korban ditemukan tewas di semak belukar di samping RSUD tempatnya bertugas pada Selasa (14/7/2026).

Saat ditemukan, tas dan seluruh barang milik korban masih utuh. Korban baru bertugas di RSUD Tengku Rafian sejak 1 Juli 2026.

Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto mengatakan pihaknya masih mendalami beban kerja yang diberikan kepada korban.

Baca Juga: [FULL] Ketua Umum PB IDI Soroti Kematian Dokter PPDS yang Tewas di Samping RS, Akibat Beban Kerja?

Ia menyampaikan hal itu dalam dialog Kompas Petang Kompas TV, Rabu (15/7/2026), menjawab pertanyaan apa saja yang perlu didalami terkait kematian korban.

“Nah itu yang kami lagi dalami, apakah operasinya sedikit, tapi beban kerja mengerjakan yang lain-lain berat, itu kita masih on process,” kata Slamet.

Ia menegaskan, pihaknya telah menyarankan kepada Kementerian Kesehatan agar jam kerja untuk dokter PPDS maksimal 8 hingga 10 jam per hari.

“Kami sudah mengimbau kepada Kementerian Kesehatan, karena Kementerian Kesehatan kan mengeluarkan surat edaran bisa 80 jam (per minggu), nah ini sangat membahayakan bagi diri sendiri, pasien, dan yang lain-lainnya, karena terlalu berlebih,” ungkapnya.

“Jadi, kita patokannya 8 sampai 10 jam per hari, atau 40 sampai 50 jam per minggu, gitu loh. Sedangkan Kementerian Kesehatan sampai 80 jam per minggu, itu yang kami tidak setuju,” jelasnya.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV, Kompas.com

Tag
  • mahasiswa ppds universitas riau
  • dokter ppds tewas
  • siak
  • dokter tewas
  • idi
  • RSUD Tengku Rafian
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pelaku Pungli Ternyata Satpol PP Jaktim, Minta Rp 300.000 ke Rumah Belajar di Jakut
• 9 jam lalu
0
thumb
Mentan Dukung Ekspor Satu Pintu, Yakin Indonesia Bisa Jadi Penentu Harga Komoditas Dunia
• 8 jam lalu
0
thumb
Kenalan dengan Bandana Caps, Fashion Item yang Lagi Viral
• 12 jam lalu
0
thumb
Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 15 Juli 2026, Cek lokasinya!
• 12 jam lalu
0
thumb
Inggris vs Argentina: Duel Rivalitas Abadi, Sarat Sejarah dan Aroma Balas Dendam
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.