Jakarta, VIVA – Serangan terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran kembali memakan banyak korban jiwa. Sedikitnya tujuh tentara Iran dilaporkan tewas setelah rudal menghantam sebuah barak militer di tenggara negara itu. Di saat yang sama, pemerintah Iran menyebut lebih dari 30 warga sipil juga meninggal dunia akibat rangkaian serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Meningkatnya jumlah korban memperlihatkan eskalasi konflik antara Washington dan Teheran yang kembali memanas setelah gencatan senjata sebelumnya runtuh. Selain korban jiwa, serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah personel militer mengalami luka-luka dan memicu ancaman balasan dari Iran.
Serangan terhadap fasilitas militer terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026 dini hari waktu setempat. Sebuah barak militer di Kota Bampur, dekat Iranshahr, Provinsi Sistan dan Baluchestan, menjadi sasaran serangan rudal Amerika Serikat.
Menurut laporan kantor berita AFP yang mengutip kantor berita resmi Iran, IRNA, sebanyak 13 rudal menghantam kompleks militer tersebut.
Barak Militer Jadi Sasaran 13 RudalBerdasarkan keterangan Angkatan Darat Iran, rudal-rudal tersebut menghantam sejumlah fasilitas penting di dalam kompleks barak.
Target serangan meliputi area akomodasi prajurit, wisma tamu, hingga pos penjagaan. Militer Iran menilai serangan itu dilakukan dengan tujuan menimbulkan korban sebanyak mungkin di kalangan personel yang berada di lokasi.
Akibat serangan tersebut, tujuh anggota Brigade Iranshahr ke-388 dilaporkan meninggal dunia. Selain korban tewas, beberapa personel lainnya mengalami luka-luka dan kini masih menjalani perawatan medis.
Meski demikian, pihak militer Iran menyatakan langkah-langkah pertahanan pasif yang diterapkan sebelumnya disebut mampu mengurangi dampak serangan sehingga jumlah korban tidak lebih besar.
Lebih dari 30 Warga Sipil Dilaporkan TewasDi luar korban dari kalangan militer, pemerintah Iran juga mengungkapkan bahwa serangan Amerika Serikat telah menyebabkan jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar.
Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyampaikan melalui media sosial X bahwa lebih dari 30 warga sipil kehilangan nyawa dalam serangan yang menargetkan wilayah selatan Iran.
"Dalam serangan baru-baru ini di bagian selatan negara itu, lebih dari 30 warga sipil kehilangan nyawa mereka," tulis Mohajerani.






Komentar (0)