Korban Serangan AS ke Iran Bertambah, 7 Tentara dan Lebih dari 30 Warga Sipil Dilaporkan Tewas

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Serangan terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran kembali memakan banyak korban jiwa. Sedikitnya tujuh tentara Iran dilaporkan tewas setelah rudal menghantam sebuah barak militer di tenggara negara itu. Di saat yang sama, pemerintah Iran menyebut lebih dari 30 warga sipil juga meninggal dunia akibat rangkaian serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Meningkatnya jumlah korban memperlihatkan eskalasi konflik antara Washington dan Teheran yang kembali memanas setelah gencatan senjata sebelumnya runtuh. Selain korban jiwa, serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah personel militer mengalami luka-luka dan memicu ancaman balasan dari Iran.

Baca Juga :
Trump Batal Pungut Tarif 20 Persen Lintasi Selat Hormuz, Diganti Investasi Negara Kawasan Teluk ke AS
Donald Trump Batal Kenakan Biaya 20% untuk Kargo di Selat Hormuz, Pilih Kejar Investasi Jumbo dari Negara Teluk

Serangan terhadap fasilitas militer terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026 dini hari waktu setempat. Sebuah barak militer di Kota Bampur, dekat Iranshahr, Provinsi Sistan dan Baluchestan, menjadi sasaran serangan rudal Amerika Serikat.

Menurut laporan kantor berita AFP yang mengutip kantor berita resmi Iran, IRNA, sebanyak 13 rudal menghantam kompleks militer tersebut.

Barak Militer Jadi Sasaran 13 Rudal

Berdasarkan keterangan Angkatan Darat Iran, rudal-rudal tersebut menghantam sejumlah fasilitas penting di dalam kompleks barak.

Target serangan meliputi area akomodasi prajurit, wisma tamu, hingga pos penjagaan. Militer Iran menilai serangan itu dilakukan dengan tujuan menimbulkan korban sebanyak mungkin di kalangan personel yang berada di lokasi.

Akibat serangan tersebut, tujuh anggota Brigade Iranshahr ke-388 dilaporkan meninggal dunia. Selain korban tewas, beberapa personel lainnya mengalami luka-luka dan kini masih menjalani perawatan medis.

Meski demikian, pihak militer Iran menyatakan langkah-langkah pertahanan pasif yang diterapkan sebelumnya disebut mampu mengurangi dampak serangan sehingga jumlah korban tidak lebih besar.

Lebih dari 30 Warga Sipil Dilaporkan Tewas

Di luar korban dari kalangan militer, pemerintah Iran juga mengungkapkan bahwa serangan Amerika Serikat telah menyebabkan jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar.

Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyampaikan melalui media sosial X bahwa lebih dari 30 warga sipil kehilangan nyawa dalam serangan yang menargetkan wilayah selatan Iran.

"Dalam serangan baru-baru ini di bagian selatan negara itu, lebih dari 30 warga sipil kehilangan nyawa mereka," tulis Mohajerani.

Baca Juga :
IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga Agresi AS Berakhir, Pasokan Minyak Dunia Terancam
Harga Minyak Dunia Terbang Lagi, Brent Tembus US$85 Usai Konflik AS-Iran Makin Memanas
Trump Minta Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Buyback Emas Antam Rebound Hari Ini Rabu (15/7)
• 6 jam lalu
0
thumb
Bangun CMU RSUP Dr. Sardjito, WIKA Perkuat Layanan Kesehatan Nasional
• 22 jam lalu
0
thumb
Dua Bendungan di Aceh Diresmikan Prabowo, Mampu Irigasi 26.889 Hektare Lahan Pertanian
• 21 jam lalu
0
thumb
Mukhtarudin: Rekomendasi PBB Jadi Momentum Benahi Pelindungan Pekerja Migran
• 19 jam lalu
0
thumb
KAI Daop 2 minta masyarakat Cianjur tidak beraktivitas di jalur kereta
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.