Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan syarat dukungan bagi calon Ketua Umum PBNU akan ditetapkan melalui pembahasan tata tertib dalam Muktamar NU. Meski demikian, ia menyebut selama ini standar yang lazim digunakan adalah dukungan minimal 99 suara.
"Belum ditentukan sekarang, nanti pada saat pembahasan tata tertib biasanya dilakukan pembahasan. Biasanya didukung minimal 99 suara atau mungkin juga lebih atau kurang, itu tergantung. Tapi biasanya yang menjadikan standar itu 99 suara," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/7).
Selain membahas syarat pencalonan, Gus Ipul juga menyinggung aturan mengenai Ketua Umum PBNU yang tidak diperbolehkan merangkap jabatan. Ia membenarkan ketentuan tersebut merupakan hasil keputusan Muktamar NU di Lampung.
"Ya, memang hasilnya seperti itu, jadi hasil di Lampung seperti itu," ujarnya.
Namun, menurutnya, ketentuan tersebut masih dapat dibahas kembali dalam Muktamar mendatang. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan para peserta muktamar.
"Selebihnya nanti tergantung muktamirin apakah mau mengambil keputusan yang baru atau mempertahankan yang lama atau kemudian diputuskan tapi berlaku pada muktamar yang akan datang. Semuanya itu bergantung pada kesepakatan nanti di muktamar," katanya.
Terkait teknis larangan rangkap jabatan, apakah berlaku saat pencalonan atau setelah terpilih menjadi Ketua Umum, Gus Ipul mengatakan hal itu akan dibahas lebih lanjut dalam forum organisasi.
"Ya, itu teknis lah nanti ya kita lihat lebih lanjut," ujarnya.
Ia menegaskan Nahdlatul Ulama memiliki banyak kader yang layak memimpin organisasi pada periode mendatang. Karena itu, Muktamar menjadi momentum untuk menentukan arah regenerasi kepemimpinan PBNU.
"Tapi intinya bahwa NU tidak kekurangan kader untuk menjadi Ketua Umum yang akan datang dan ini adalah waktu yang tepat untuk memikirkan apakah muktamirin ingin memilih yang lama atau yang baru. Yang lama atau yang baru itu biasa di dalam muktamar. Jadi, yang lama diganti datang yang baru, yang baru nanti diganti lagi. Itu satu proses regenerasi yang biasa tergantung nanti situasinya seperti apa," tandas dia.






Komentar (0)