Sederet sekolah dasar negeri (SDN) di Pulau Jawa mendapat sepi peminat pada ajaran baru tahun ini. Ada sekolah yang tetap menyambut siswa dengan meriah, ada juga yang gagal menyambut karena tak ada siswa.
Seperti di SDN)Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, ini contohnya. Hanya ada tiga murid yang masuk. Mereka tetap disambut maskot Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini, Si Badut. Setelah itu, dua siswa dan satu siswi tampak semangat mengikuti materi MPLS yang diberikan guru maupun dari media pengajaran seperti layar televisi.
Kepala SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang, Hajar Riatiani, mengungkap awalnya ada lima bakal calon siswa yang mendaftar. Namun, dalam perkembangannya, dua tidak jadi daftar ulang.
"Yang mendaftar online ada lima. Tapi dua tidak daftar ulang, jadi yang fix masuk hanya tiga siswa saja," kata Hajar di SDN Purwoyoso 01, dilansir detikJateng, Senin (13/7/2026).
Hajar menegaskan, meski tahun ini hanya ada tiga murid yang masuk untuk tahun ajaran 2026/2027, sekolah tetap menyambutnya secara meriah.
"Berapapun muridnya tetap kita sambut dengan meriah. Setiap tahun kita ganti tema. Kali ini temanya sirkus, ada badutnya juga," tegasnya.
Adapun, rangkaian MPLS dimulai sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi. Seluruh guru menyambut para siswa di gerbang sekolah bersama maskot Si Badut.
"Yang pertama penyambutan peserta didik. Guru-guru sama maskot badut berdiri di depan gerbang menyambut siswa dari kelas 1-6. Kemudian dilanjutkan upacara pembukaan, pengalungan cocard untuk peserta didik baru," kata Hajar.
(idh/imk)






Komentar (0)