Menakar Geopolitik Indonesia di Timur Tengah

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Dr. CA. Jamaluddin, LC, Ms.J, Pemerhati Hubungan Indonesia – Timur Tengah dan Global

REPUBLIKA.CO.ID, Hubungan Indonesia dengan anegara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara (Middle East and North Africa/MENA) dibangun di atas fondasi yang membentang selama berabad-abad. Dari jalur perdagangan yang menghubungkan sejumlah kepulauan Indonesia dengan Semenanjung Arab (Jazirah Arabiyah) hingga penyebaran Islam dan pertukaran ide, seperti pada Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

Indonesia dan negara-negara MENA telah lama memiliki ikatan ekonomi, budaya, dan agama. Di era modern saat ini, hubungan ini telah berkembang melampaui koneksi historis, berevolusi menjadi kemitraan strategis dengan kolaborasi yang semakin meningkat di bidang diplomasi, perdagangan, investasi, pendidikan, dan energi dan juga forum-forum regional (OKI) dan forum internasional (PBB).

Selanjutnya dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara MENA telah menjadi pemain kunci dalam keterlibatan internasional Indonesia. Dari investasi yang dilakukan negara-negara Teluk (GCC) dalam infrastruktur dan transisi energi di Indonesia hingga kerja sama pendidikan dan keagamaan dengan negara-negara, seperti Kerajaan Arab Saudi, Republik Arab Mesir, Uni Emirat Arab (UAE), Qatar, Maroko, Al-Jazair dan Tunisia di mana negara-negara ini menawarkan kepada Indonesia, tidak hanya peluang ekonomi tetapi juga platform geopolitik yang lebih luas. 

Seiring dengan perluasan peran global Indonesia, keterlibatannya dengan negara-negara di kawasan mengharuskan Indonesia harus siap secara genuine dalam membentuk kebijakan luar negeri, strategi ekonomi, dan kemitraan regional dalam beberapa dekade mendatang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Terlepas dari semakin meningkatnya peran yang dimainkan negara-negara di kawasan MENA tersebut, persepsi publik tentang MENA di Indonesia masih kurang dieksplorasi. Maka pertanyaan yang nampaknya cukup krusial adalah, Bagaimana masyarakat Indonesia memandang kawasan ini, memahami perannya dalam urusan global, dan bagaimana hubungan geopolitik Indonesia - MENA saat ini?

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mantan juara dunia Andy Ruiz bersiap untuk tugas pertama hadapi Knyba
• 18 jam lalu
0
thumb
25 Kepala Daerah Digembleng, Belajar Antikorupsi hingga Pelayanan Publik di Singapura
• 15 jam lalu
0
thumb
Brida Kalsel dan Kementerian Hukum Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual untuk Lindungi Hasil Riset dan Inovasi Daerah
• 4 jam lalu
0
thumb
Rekam Jejak Hercules, Dulu Menguasai Dunia Preman Jakarta Era 1980-1990-an, Kini Punya Jabatan Baru di Serikat Buruh
• 12 jam lalu
0
thumb
Wamendagri Ribka Haluk Kawal Usulan KPP 4 DOB Papua Masuk PSN demi APBD
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.