Mensesneg: Hotel Sultan dioptimalkan untuk pemasukan negara

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pengelolaan area Hotel Sultan akan dioptimalkan untuk menambah pemasukan negara setelah pengosongan aset berdasarkan putusan pengadilan sejak Juni lalu.

Prasetyo dalam rapat kerja dengan Komisi XIII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengenai pengelolaan tersebut.

"Kami telah dan sedang berkoordinasi dengan Danantara untuk merancang ulang pengelolaan kompleks area Hotel Sultan dan sekitarnya untuk bisa kita optimalkan peruntukannya sehingga kita berharap juga akan dapat menambah pemasukan kepada negara," kata Mensesneg.

Pada kesempatan itu, Prasetyo melaporkan kepada para legislator bahwa Kementerian Sekretariat Negara telah berhasil melakukan pengambilan kembali aset Hotel Sultan pada 18 Juni 2026 setelah polemik lebih kurang delapan tahun.

"Dari seluruh proses hukum dinyatakan bahwa Hotel Sultan itu adalah milik negara yang pengelolaannya kepada pihak ketiga telah selesai sehingga kita hanya menjalankan proses hukum berdasarkan hasil ketetapan dari pengadilan," jelasnya.

Ditemui usai rapat, Prasetyo mengatakan pengosongan aset Hotel Sultan masih berlangsung. Proses tersebut membutuhkan waktu satu bulan untuk selanjutnya diserahkan ke Danantara.

Sebelumnya, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menargetkan revitalisasi komprehensif kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dapat meningkatkan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara selama berkunjung ke Indonesia.

"Average spending (pengeluaran rata-rata) kita itu baru 1.100-an dolar AS lebih. Nah, bagaimana untuk meningkatkan average spending-nya juga," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6).

Menurut Rosan, daya saing sektor pariwisata Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, sehingga diperlukan pengembangan destinasi dan ekosistem pariwisata yang lebih kompetitif.

"Kalau kita lihat sektor pariwisata Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN, kita memang masih cukup jauh dibandingkan Thailand, Singapura, dan negara lainnya," ujarnya.

Oleh karena itu, Danantara akan menerapkan strategi pengembangan pariwisata yang menyasar berbagai segmen pasar, mulai dari wisata massal hingga wisata minat khusus dengan nilai ekonomi tinggi.

Baca juga: Danantara targetkan revitalisasi GBK dongkrak belanja wisman

Baca juga: PN Jakpus: Nilai kawasan eks Hotel Sultan yang dieksekusi Rp28,9 T

Baca juga: Danantara sebut eks Hotel Sultan akan dirobohkan untuk ikon baru


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mensesneg: Hotel Sultan dioptimalkan untuk pemasukan negara
• 3 jam lalu
0
thumb
Prabowo Panggil Luhut ke Hambalang, Bahas Ketahanan Ekonomi hingga GovTech
• 21 jam lalu
0
thumb
Komisi III Luncurkan Buku Anotasi KUHAP, Kapolri: Penyidik Harus Pahami Aturan Baru
• 20 jam lalu
0
thumb
Alwi Farhan Bikin Kejutan di Japan Open 2026, Pecundangi Wakil Tuan Rumah di Babak Pertama
• 19 jam lalu
0
thumb
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.