AS Berlakukan Kembali Blokade Pelabuhan Iran, Ketegangan Timur Tengah Memanas

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Militer Amerika Serikat (AS) kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Rabu (15/7/2026), menyusul meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.

Langkah tersebut diambil setelah Iran menyerang kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut, sehingga memicu eskalasi baru di kawasan Timur Tengah.

Pemberlakuan kembali blokade itu terjadi di tengah memburuknya kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran yang sebelumnya dimaksudkan untuk meredakan konflik.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam global melewati perairan tersebut, sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi internasional.

Dilansir dari AP, blokade serupa sebelumnya diterapkan Amerika Serikat pada pertengahan April 2026 dan dicabut pada pertengahan Juni setelah kedua negara menyepakati masa negosiasi selama 60 hari untuk membahas sejumlah isu, termasuk program nuklir Iran.

Namun, proses diplomasi dilaporkan terhenti seiring meningkatnya konfrontasi militer di sekitar Selat Hormuz.

Sebagai respons atas kebijakan terbaru Washington, Garda Revolusi Iran mengancam akan menghentikan seluruh ekspor energi dari kawasan Timur Tengah.

“Ekspor minyak dan gas dari wilayah ini akan menjadi untuk semua orang atau tidak untuk siapa pun,” demikian pernyataan Garda Revolusi Iran.

Sebelumnya, Donald Trump Presiden AS sempat mengumumkan rencana mengenakan biaya sebesar 20 persen terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Namun, rencana tersebut dibatalkan beberapa jam sebelum blokade kembali diberlakukan setelah mendapat masukan dari sekutu-sekutu Amerika di kawasan Teluk.

Pada saat yang sama, operasi militer kedua negara kembali meningkat. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan terhadap puluhan target di Iran selama sekitar tujuh jam bersamaan dengan pemberlakuan blokade.

Sementara itu, Iran kembali melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan pasukan Amerika Serikat.

Peringatan siaga rudal dilaporkan diberlakukan di Bahrain dan Kuwait setelah kedua negara menghadapi ancaman serangan rudal dari Iran.

Laksamana Brad Cooper Komandan CENTCOM mengatakan, Iran terus meningkatkan serangan terhadap negara-negara tetangga.

“Pasukan AS meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan yang terus membahayakan nyawa orang-orang yang tidak bersalah,” ujar Cooper.

Menurut CENTCOM, Amerika Serikat saat ini mengerahkan sedikitnya 19 kapal perang di Laut Arab, termasuk dua kapal induk serta satu kapal serbu amfibi yang membawa lebih dari 1.000 personel Marinir.

Selain itu, ratusan pesawat militer juga dilaporkan beroperasi di berbagai wilayah Timur Tengah.

Ketegangan di Selat Hormuz sendiri telah berlangsung sejak pecahnya konflik antara AS, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026.

Serangan terhadap kapal-kapal dagang membuat aktivitas pelayaran terganggu dan sempat memicu lonjakan harga minyak, pupuk, serta berbagai komoditas global.

Belakangan, Iran juga dilaporkan menyerang kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran dekat Oman, kawasan yang berada di bawah pengawasan militer Amerika Serikat.

Washington sebelumnya menyatakan siap membuka kembali jalur pelayaran tersebut apabila diperlukan, meski sejumlah analis menilai operasi semacam itu membutuhkan kekuatan militer yang jauh lebih besar. (saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ini yang Disita KPK Saat Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi
• 5 jam lalu
0
thumb
Bukan Hormuz! Iran Bisa Tutup Selat Ini, Harga Minyak Bakal "Meledak"
• 12 jam lalu
0
thumb
Pramono Bakal Kembangkan Rute LRT Jakarta ke JIS dan Whoosh, Sudah Kantongi Izin Kemenhub
• 9 jam lalu
0
thumb
Blue Bird (BIRD) Siapkan Innova Zenix Jadi Armada Taksi Baru
• 1 jam lalu
0
thumb
Versi Menteri Agus Andrianto: Febrie Adriansyah Dicekal 20 Hari Sesuai Rekes Polri
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.