WASHINGTON, KOMPAS.TV - Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan ditarik dari Irak per 30 September 2026 mendatang. Penarikan pasukan ini mengakhiri kehadiran militer AS di Irak sejak invasi pada 2003.
Kesepakatan penarikan pasukan tersebut diumumkan usai Presiden AS Donald Trump bertemu Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi di Gedung Putih, Washington, Selasa (14/7/2026). Trump menilai pemerintah Irak kini berhubungan semakin baik dengan perusahaan minyak dari AS.
"Hubungan (AS-Irak) ini adalah hubungan besar yang tidak membutuhkan militer," kata Donald Trump dikutip Associated Press.
"Kami (militer AS) di sana untuk membantu mereka. Kami di sana untuk melindungi mereka jika diperlukan. Namun, kami mengira itu tidak akan perlu."
Baca Juga: Jenazah Ali Khamenei Tiba di Irak, Ribuan Pelayat Padati Prosesi Pemakaman di Najaf
Sementara itu, Ali Al-Zaidi mengatakan perusahaan-perusahaan AS tetap akan beroperasi di Irak setelah militer angkat kaki.
Pasukan AS awalnya berada di Irak sejak pemerintahan George W. Bush pada 2003 silam. AS berdalih invasi diluncurkan karena Irak memiliki "senjata pemusnah massal." Namun, keberadaan senjata tersebut tak pernah terbukti.
Setelah menumbangkan rezim Saddam Hussein, pasukan AS tetap bermarkas di Irak untuk melakukan operasi pemberantasan pemberontakan.
Pada 2014, AS dan sekutunya juga memerangi kelompok ISIS dan membantu Irak melatih kepolisian dan militer sendiri. Pada masa puncaknya, ISIS menguasai wilayah luas di Irak dan Suriah.
Operasi militer memerangi ISIS dihentikan pada 2021 seiring melemahnya kelompok ekstremis tersebut. Namun, AS mempertahankan sekitar 2.500 personel di Irak untuk melatih militer negara itu dan terlibat operasi kontra-ISIS.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- penarikan pasukan as
- pasukan as di irak
- as tarik militer dari irak
- invasi as ke irak
- donald trump






Komentar (0)