JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah dan puing yang memenuhi kawasan pesisir Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara dikeluhkan warga.
Meski sempat viral di media sosial pada awal 2026, aktivitas pembuangan material di sekitar tanggul disebut masih terus berlangsung hingga kini.
Kondisi tersebut tidak hanya mengubah kondisi lingkungan pesisir Muara Baru, tetapi juga berdampak pada aktivitas masyarakat.
Pembuangan Masih Terjadi
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Selasa (14/7/2026), kawasan di sekitar tanggul telah dipenuhi tanah urugan.
Di lokasi itu terlihat kantong plastik besar, puing kayu, hingga bekas limbah proyek berserakan di bibir urukan.
Sebagian sampah juga tampak mengambang di badan air laut.
KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Kondisi penumpukan sampah di wilayah pemukiman Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (13/7/2026)
Tak lama berselang, sebuah truk berwarna kuning datang ke lokasi dan menumpahkan muatan berupa puing ke area urukan.
Baca juga: 6 Bulan Usai Viral, Warga Sebut Truk Sampah Masih Buang Muatan di Tanggul Muara Baru Jakut
Arie (bukan nama sebenarnya), warga sekitar, mengatakan aktivitas pembuangan sempat berhenti sekitar sepekan setelah viral.
Namun, truk pengangkut sampah dan puing kembali berdatangan meski dengan intensitas lebih rendah.
"Kalau untuk mulai aktivitas lagi tuh ya setelah seminggu itu, cuma enggak terlalu intens. Kayak satu sampai empat truk gitu (sehari)," tutur Arie kepada Kompas.com, Selasa.
Menurut dia, material yang dibuang beragam, mulai dari puing, bekas pohon dan daun, hingga sampah plastik.
Ia juga bercerita bahwa warga sekitar pernah memergoki truk yang mengangkut sampah dengan muatan ditutupi terpal.
"Kalau yang kita temuin itu, sempat kita tahan itu sampah, termasuk bekas pohon daun gitu, sama puing campur-campur. Satu kita temuin satu mobil itu sampah malah dalamnya, cuma ditutupin terpal," ungkap dia.
Hilangnya Ruang Aktivitas Warga
Kondisi sekitar tanggul Muara Baru juga mengubah aktivitas masyarakat yang selama bertahun-tahun memanfaatkan kawasan tersebut.
Arie mengatakan kawasan itu dulunya menjadi tempat warga memancing, anak-anak berenang, hingga menggelar perlombaan permainan air saat peringatan Hari Kemerdekaan.
Komentar (0)