Terlibatnya FBI hingga Secret Service AS di Kasus Eks Jampidsus, Ada Apa?

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Penanganan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memasuki tahap verifikasi barang bukti sebelum seluruh penanganan perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

Tahapan tersebut ditandai dengan kedatangan perwakilan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan The United States Secret Service Amerika Serikat ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya pada Selasa (14/7/2026).

Kedatangan mereka berkaitan dengan pemeriksaan barang bukti berupa valuta asing yang disita dalam perkara tersebut.

Setelah sekitar satu jam berada di dalam gedung, rombongan FBI dan Secret Service meninggalkan Polda Metro Jaya tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Baca juga: FBI dan Secret Service AS Cek Uang Asing Sitaan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pemeriksaan terhadap mata uang asing merupakan bagian dari proses verifikasi barang bukti sebelum penanganan perkara sepenuhnya dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

"Ini ada uang USD, SGD, rupiah, termasuk emas batangan jadi nanti akan dilakukan uji terkait Singapore Dollar, US Dollar dari FBI dan Kedutaan Amerika, termasuk dari Kedutaan Singapura dan Bank Indonesia," ujar Budi di Gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya, Senin (13/7/2026), dikutip dari Tribunnews.com.

Selain mata uang asing, penyidik juga masih menunggu hasil pengujian terhadap 74 keping emas batangan yang sebelumnya diperiksa PT Pegadaian (Persero).

"Tadi dari teman kita dari Pegadaian Pusat sudah menyampaikan, nanti hasilnya dari 74 lempeng ini akan disampaikan kepada teman-teman sekalian, ini merupakan suatu proses dalam penyerahan penanganan perkara lanjutan yang ditangani oleh Joint Investigation kepada Kejaksaan Agung," kata Budi.

Ia memperkirakan hasil uji laboratorium terhadap emas batangan tersebut akan keluar dalam satu hingga dua hari.

"Ujinya nanti dilakukan di laboratorium, hasilnya akan disampaikan dalam satu atau dua hari ini," ucapnya.

Budi menegaskan, seluruh proses tersebut merupakan bagian dari penyidikan yang masih berjalan sehingga materi perkara belum dapat diungkap secara rinci.

Baca juga: Puluhan Brimob Bersenjata Jaga Konferensi Pers Polda Metro Jaya

"Joint Investigation ini masih terus bekerja ini bagian proses, masih proses semua jadi semua tentang perkara akan diserahkan dalam proses penyidikan lanjutan kepada Kejaksaan Agung tetapi proses terhadap tersangka dan barang bukti termasuk dokumen-dokumen, berkas perkara, ini akan dilakukan secara bertahap," kata Budi.

"Artinya tidak bisa sekaligus karena menggunakan ahli dari eksternal terkait pengujian barang bukti," imbuhnya.

Dua tersangka telah ditetapkan

Sebelumnya, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri resmi melimpahkan penanganan tiga perkara dugaan korupsi dan TPPU kepada Kejaksaan Agung.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kakortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan, pelimpahan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Polri dan Kejaksaan Agung sebagai bentuk sinergi dalam penanganan perkara.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bertahan Hidup di Tengah Bencana, Warga Venezuela Kumpulkan Barang di Reruntuhan untuk Dijual
• 33 menit lalu
0
thumb
Serapan Beras Bulog Capai 3,2 Juta Ton, 85% dari Target Nasional
• 19 jam lalu
0
thumb
Daya Saing dan Inovasi Dinilai Menjadi Penentu Pertumbuhan Ekspor Produk Sawit Indonesia
• 19 jam lalu
0
thumb
Dalami Dugaan Suap Pemkab Muara Enim, KPK Geledah Rumah Anggota BPK
• 15 jam lalu
0
thumb
Penghapusan SLIK Dinilai Bisa Picu Lonjakan Kredit Bermasalah
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.