Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memperkuat fondasi sektor keuangan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi langkah strategis untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan, memperdalam pasar keuangan, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi global.
Melalui P2SK, Indonesia memiliki peluang untuk membangun ekosistem keuangan yang lebih modern, inklusif, dan kompetitif. Penguatan koordinasi antara regulator, lembaga jasa keuangan, dan pelaku industri diharapkan mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih tangguh, memperkuat pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang, serta mendorong pertumbuhan sektor riil dan investasi nasional.
Selain memperkuat sektor keuangan, P2SK juga membuka peluang untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai nilai global melalui pengembangan ekosistem sumber daya alam, penguatan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), serta pengembangan Bursa Mineral sebagai langkah menuju Indonesia sebagai acuan harga komoditas dunia. Di sisi lain, optimalisasi peran emiten BUMN dan perusahaan strategis diharapkan mampu meningkatkan likuiditas pasar modal sekaligus menopang daya saing dan kinerja pasar saham nasional.
Reformasi sektor keuangan melalui P2SK juga menjadi momentum untuk mendorong Indonesia sebagai pusat keuangan internasional (international financial hub). Didukung inovasi, digitalisasi, serta kepastian regulasi, Indonesia memiliki potensi untuk menarik arus investasi global yang lebih besar, memperkuat posisi sebagai destinasi investasi, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional di tengah perubahan lanskap ekonomi dunia.
Untuk itu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global, CNBC Indonesia menggelar Investment Forum 2026 dengan tema "P2SK: Mendorong Stabilitas, Investasi, dan Daya Saing Indonesia", pada Rabu, 15 Juli 2026, di Bursa Efek Indonesia, pukul 14.00 WIB.
Sebagai bagian dari rangkaian CNBC Indonesia Economic Update, Investment Forum 2026 menghadirkan regulator, pelaku industri, investor, dan pemangku kepentingan untuk membahas peluang serta tantangan implementasi P2SK dalam memperkuat posisi Indonesia di sektor keuangan dan ekonomi global.
Mereka di antaranya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, dan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun. Akan hadir juga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.
Melalui forum ini, diharapkan dapat tercipta ruang diskusi strategis untuk membahas peran sektor keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat pasar modal dan industri strategis nasional, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Ada pun acara ini didukung oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Telkom Indonesia Elevating Your Future.
CNBC Investment Forum 2026 dapat disimak secara eksklusif dan live di CNBC Indonesia TV dan streaming di CNBC Indonesia. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.
(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google





Komentar (0)