Kolaborasi ESGIN dan Agraus Resources Perkuat Ekosistem Nilai Ekonomi Karbon di Indonesia

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat investasi iklim dan pengembangan aset karbon terbesar di dunia.

Kolaborasi ESGIN dan Agraus Resources Perkuat Ekosistem Nilai Ekonomi Karbon di Indonesia. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan PT Agraus Resources (AR) menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai langkah awal pembentukan kemitraan strategis dalam Investasi pengembangan proyek-proyek berkelanjutan dan penguatan ekosistem Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia.

Penandatanganan HoA dilaksanakan dalam rangkaian Forum Strategis "Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi", yang diselenggarakan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) di IDX Hall, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Baca Juga:
Hashim Optimistis Peluncuran Sistem Registri Unit Karbon Tarik Investor Asing

Forum strategis tersebut mempertemukan regulator, pelaku industri, investor, lembaga keuangan, pengembang proyek karbon, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat implementasi Carbon Pricing Indonesia, mempercepat pengembangan Climate Projects, dan membangun ekosistem pasar karbon nasional yang kredibel, transparan, serta berdaya saing global.

“Penandatanganan Heads of Agreement ini merupakan tonggak penting dalam membangun kemitraan strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia. Dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence, Digital MRV, teknologi Blockchain, serta solusi inovatif pasar karbon, kami ingin menghadirkan proyek-proyek iklim yang menghasilkan dampak lingkungan yang terukur sekaligus menciptakan nilai ekonomi jangka panjang. Bersama Agraus Resources, kami berkomitmen mendukung percepatan transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global,” ujar  Chief Executive Officer PT ESGIN Global Partners Brandon Keam dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga:
SRUK Meluncur, OJK Bidik Target 200 Pengguna Bursa Karbon hingga Akhir 2026

Langkah Strategis Menuju Masa Depan Rendah Karbon Indonesia

Di tengah percepatan transisi global menuju ekonomi rendah karbon, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat investasi iklim dan pengembangan aset karbon terbesar di dunia.

Baca Juga:
Perkuat Perdagangan Karbon, Pemerintah Luncurkan Sistem Registri Unit Karbon

Melalui kemitraan ini, ESGIN dan Agraus Resources berkomitmen mengeksplorasi berbagai peluang pengembangan climate projects yang memiliki integritas lingkungan tinggi, layak secara komersial (bankable), serta mampu menghasilkan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi yang terukur.

“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk mengembangkan proyek-proyek berkelanjutan yang inovatif dan layak secara komersial. Dengan menggabungkan pengalaman Agraus Resources dan kapabilitas teknologi ESGIN, kami optimistis dapat menghasilkan proyek-proyek berkualitas tinggi yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar CEO PT Agraus Resources, Riza Suarga.

Heads of Agreement ini, kata Riza, juga menjadi fondasi awal bagi kedua perusahaan untuk menyusun Memorandum of Understanding (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar implementasi proyek-proyek strategis di masa mendatang.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi identifikasi dan evaluasi potensi proyek berkelanjutan, pertukaran informasi teknis, operasional, dan komersial, kajian awal kelayakan proyek (Preliminary Assessment), pelaksanaan technical, operational, financial, dan commercial due diligence. Kemudian, pengembangan model bisnis dan skema investasi, serta penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar implementasi proyek.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan berbagai proyek iklim di Indonesia, antara lain pada sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, dekarbonisasi industri, pertanian berkelanjutan, solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions), dan proyek-proyek lain yang berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.

Sebagai Climate Economy Infrastructure Company, ESGIN akan menghadirkan berbagai kapabilitas teknologi, antara lain Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV) berbasis Artificial Intelligence; Infrastruktur aset lingkungan berbasis Blockchain; Pengembangan dan monetisasi kredit karbon; Sistem pengelolaan data ESG; Platform fasilitasi investasi hijau;  Infrastruktur digital pengembangan Climate Projects.

Pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, integritas lingkungan, serta kesiapan proyek untuk berpartisipasi dalam pasar karbon nasional maupun internasional.

Mendukung Agenda Strategis Pertumbuhan Hijau Indonesia

Kemitraan ESGIN dan Agraus Resources sejalan dengan agenda nasional dalam implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK), pengembangan investasi hijau, dekarbonisasi sektor industri, serta pencapaian target penurunan emisi nasional.

Kolaborasi ini juga mendukung tujuan Forum Strategis IBCSD–IDCTA dalam membangun pipeline Climate Projects yang memiliki standar internasional, layak investasi, dan siap diperdagangkan melalui mekanisme pasar karbon domestik maupun global.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Relasi Kuasa dan Berulangnya Kekerasan Seksual di Kampus
• 7 jam lalu
0
thumb
Viral Keluarga Mengamuk usai Pasien Meninggal, RSUD Rantauprapat Bantah Telantarkan
• 14 jam lalu
0
thumb
JPO Tendean Rusak Dihantam Truk, Dishub Terapkan Rekayasa Lalin Selama Pembongkaran
• 9 jam lalu
0
thumb
Pickford Ungkap Kunci Inggris Hadapi Argentina: Jangan Terjebak Fokus pada Messi
• 1 jam lalu
0
thumb
MBG Hari Pertama Sekolah, Waka BGN Minta Menu Wajib Ada Protein Hewani
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.