Kairo (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Fahmy menyatakan bahwa kedaulatan negara-negara Arab adalah "garis merah" yang tidak boleh dikompromikan.
Dalam konferensi pers pertamanya sejak mulai menjabat pada 1 Juli, Senin, Fahmy mengatakan keamanan nasional dunia Arab merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sikap bersatu.
"Setiap agresi yang menargetkan keamanan negara Arab mana pun merupakan agresi terhadap keamanan seluruh dunia Arab," ujarnya.
Mengenai ketegangan di kawasan, Fahmy mengatakan krisis di Sudan, Suriah, Yaman, Libya, dan Somalia hanya dapat diselesaikan melalui dialog dan diplomasi.
Dia menegaskan kembali komitmen Liga Arab untuk mendukung berbagai upaya pemulihan keamanan dan stabilitas di negara-negara tersebut, dengan fokus pada menjaga integritas wilayah, mengakhiri permusuhan, memperluas bantuan kemanusiaan, serta memastikan kepulangan para pengungsi internal serta pengungsi lintas negara secara aman dan bermartabat.
Fahmy menegaskan kembali bahwa perjuangan Palestina tetap menjadi prioritas utama Liga Arab, seraya bertekad untuk terus memperjuangkan hak-hak sah rakyat Palestina, mengupayakan diakhirinya pendudukan, serta meminta pertanggungjawaban para pelaku "kejahatan terhadap warga sipil".
Dalam konferensi pers pertamanya sejak mulai menjabat pada 1 Juli, Senin, Fahmy mengatakan keamanan nasional dunia Arab merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sikap bersatu.
"Setiap agresi yang menargetkan keamanan negara Arab mana pun merupakan agresi terhadap keamanan seluruh dunia Arab," ujarnya.
Mengenai ketegangan di kawasan, Fahmy mengatakan krisis di Sudan, Suriah, Yaman, Libya, dan Somalia hanya dapat diselesaikan melalui dialog dan diplomasi.
Dia menegaskan kembali komitmen Liga Arab untuk mendukung berbagai upaya pemulihan keamanan dan stabilitas di negara-negara tersebut, dengan fokus pada menjaga integritas wilayah, mengakhiri permusuhan, memperluas bantuan kemanusiaan, serta memastikan kepulangan para pengungsi internal serta pengungsi lintas negara secara aman dan bermartabat.
Fahmy menegaskan kembali bahwa perjuangan Palestina tetap menjadi prioritas utama Liga Arab, seraya bertekad untuk terus memperjuangkan hak-hak sah rakyat Palestina, mengupayakan diakhirinya pendudukan, serta meminta pertanggungjawaban para pelaku "kejahatan terhadap warga sipil".






Komentar (0)