"Kalau Rumah Terasa Mustahil Dibeli, Setidaknya Saya Masih Bisa Beli Secangkir Kopi"

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika harga rumah terus melambung, biaya hidup meningkat, dan masa depan terasa semakin sulit diprediksi, sebagian anak muda mulai mengubah cara memandang uang.

Alih-alih mengejar tujuan finansial jangka panjang yang terasa semakin jauh, mereka memilih menikmati apa yang bisa dijangkau hari ini.

Secangkir kopi, tiket konser, makan di restoran viral, hingga belanja daring menjadi pelarian yang memberi rasa senang sesaat.

Fenomena ini dikenal sebagai doom spending, yakni kebiasaan membelanjakan uang sebagai respons terhadap kecemasan dan pesimisme terhadap masa depan.

Baca juga: Financial Planner: Doom Spending Muncul Saat Masa Depan Finansial Terasa Kian Sulit Dicapai

"Kalau rumah sudah terasa mustahil dibeli, setidaknya saya masih bisa membeli secangkir kopi atau pengalaman yang membuat saya merasa hidup,” Ujar Nadya (23) saat ditemui di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Bagi sebagian generasi muda, keputusan mengeluarkan uang untuk kesenangan kecil bukan lagi sekadar soal gaya hidup.

Di baliknya tersimpan rasa lelah, kecemasan, dan pertanyaan besar tentang masa depan yang terasa semakin sulit diraih.

Sebagai seorang content creator agency yang kini tinggal di rumah kos, Nadya mengaku pandangannya tentang masa depan berubah drastis dibanding generasi orangtuanya.

Ia tumbuh dengan keyakinan bahwa bekerja keras akan membawa seseorang memiliki rumah, tabungan, dan kehidupan yang lebih mapan.

Namun setelah memasuki dunia kerja, keyakinan itu perlahan memudar.

Baginya, harga rumah yang terus meningkat membuat impian memiliki hunian sendiri terasa semakin jauh.

Target hidup yang dulu dianggap wajar kini bergeser menjadi sekadar mampu memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga kesehatan.

"Saya jujur pesimis. Orangtua saya dulu bisa beli rumah umur 30-an dengan pekerjaan biasa. Saya sekarang bahkan belum yakin umur 35 nanti bisa punya rumah," kata Nadya.

Bahkan, ia mengaku target hidupnya kini bukan lagi membeli rumah.

"Dulu mimpi saya punya rumah. Sekarang target saya cuma jangan sampai sakit karena biaya rumah sakit mahal,” ucap dia.

Baca juga: Fenomena Doom Spending di Kalangan Anak Muda, Kala Belanja Jadi Obat Stres

Perasaan tersebut kemudian memengaruhi cara Nadya menggunakan penghasilannya.

Alih-alih menabung secara agresif demi tujuan yang terasa mustahil dicapai, ia lebih sering mengalokasikan uang untuk membeli pengalaman.

Konser musik, restoran yang sedang viral, hingga staycation menjadi bentuk hadiah atas kerasnya rutinitas bekerja.

Menurutnya, pengalaman-pengalaman tersebut setidaknya memberi kenangan yang bisa dinikmati saat ini.

"Saya lebih sering beli pengalaman daripada barang. Ada rasa kalau hidup sudah berat, ya saya ingin punya kenangan yang menyenangkan,” tutur Nadya.

Ia mengingat pernah menghabiskan hampir Rp 2 juta untuk membeli tiket konser.

Meski sempat menyesal setelah melihat saldo rekeningnya berkurang, perasaan itu tidak sepenuhnya negatif.

Di balik kebiasaan itu, Nadya mengakui ada faktor kelelahan mental yang tidak bisa diabaikan.

Bekerja mengejar target konten setiap hari membuatnya sering merasa kehabisan energi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Belanja jadi hadiah buat diri sendiri. Setelah pulang kerja rasanya otak kosong,” kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
XLSmart, Telkomsel, Indosat Selangkah Lagi Kantongi Frekuensi Baru
• 13 jam lalu
0
thumb
Liga Arab tegaskan kedaulatan negara-negara Arab adalah "garis merah"
• 4 jam lalu
0
thumb
Huntap Korban Bencana Sumatera Dikebut, Jenderal Kopassus Richard Tampubolon: Percepat Pemulihan!
• 6 jam lalu
0
thumb
Jejak Karbon di Balik Maraton, Maybank Marathon Targetkan Netral pada 2030
• 15 jam lalu
0
thumb
Kabar Baik! Pemerintah Gratiskan Sertifikat Rumah MBR, Ini Detailnya
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.